Saat detikcom melintas di sepanjang aliran KBT dari Cipinang Besar Selatan hingga ke Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013), terlihat sampah rumah tangga berserakan dan menumpuk di beberapa titik. Pemandangan yang sangat tidak sedap dilihat. Juga terlihat pendangkalan akibat lumpur, seperti di sekitar pintu air Malaka.
Seorang warga bernama Mohammad Yusuf yang tiap hari bersepeda dari Bekasi ke Cipinang, mengaku tidak pernah melihat petugas membersihkan kanal. "Masyaraka wajib jaga lingkungan, tapi Pemprov juga wajib membersihkan, jangan cuma karena disoroti media massa saja baru gerak," ujar Yusuf saat berbincang-bincang dengan detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah itu, tidak terlihat lagi petugas-petugas yang menjaga dan membersihkan sampah di KBT. "Kalau bisa lagi itu dikeruk sampahnya, Pemprov harus bisa lebih banyak kasih perhatian ke KBT," kritik Yusuf.
Warga lainnya, Rizky (24) mengaku selama ini selama ini warga di lingkungannya selalu berupaya membersihkan sampah di KBT secara mandiri. "Kita pernah usahain pake bambu, buat menggalang sampah nanti kalau sorean dikit pemulung pada datang ngambil sampah plastik. Tapi itu pun nggak efektif kalau nggak dibantu dengan eskavator di dekat jembatan Cipinang Besar Selatan, untuk mengangkat sampah," ujar warga RW 04 Kelurahan Cipinang Besar Selatan ini.
(rmd/lh)











































