"Kemacetan tampaknya memang menjadi salah satu PR terbesar Jokowi sebagai gubernur karena bila dibandingkan dengan 2
gubernur sebelumnya (Sutiyoso dan Fauzi Bowo) praktis hampir di semua bidang Jokowi dianggap lebih baik, kecuali soal kemacetan di mana responden menganggapnya sama saja," simpul Indo Barometer.
Wilayah pelaksanaan survei ini di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Waktu pengumpulan data pada tanggal 4 – 10 Oktober 2013, dengan metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Jumlah responden 400 responden (margin of error sebesar 4,9%, pada tingkat kepercayaan 95%). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu banjir juga masih jadi masalah di Jakarta. Sejumlah responden melihat penyebab banjir antara lain perilaku membuang sampah sembarangan (37,5%).
"Adapun solusinya adalah kedisiplinan membuang sampah (31%), kebijakan tata kota (26,3%), dan membangun atau memperbaiki situ (17,3%)," katanya.
Mengenai 2 program Jokowi-Basuki yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP), respons publik Jakarta positif di mana KJS dianggap berhasil oleh 81,7% responden dan KJP pada angka 72,6%.
"Penilaian positif terhadap kinerja Jokowi-Basuki tampaknya paralel dengan tingginya penilaian terhadap kemauan Jokowi dan Basuki dalam mendengarkan aspirasi masyarakat, mengkomunikasikan masalah, dan menindaklanjutinya," bebernya.
(van/nrl)










































