Akil lahir pada 18 Oktober 1960 lalu di Desa Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dia kemudian berkarier sebagai pengacara, politisi, hingga akhirnya jadi hakim konstitusi.
Semua hal yang sudah dibangunnya sejak kecil kini rusak karena dugaan kasus suap. Masalah ini pula yang kemudian mengantarkannya ke penjara saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kerja, anaknya kerja, ibunya juga kerja," ujar Tamsil kepada detikcom, Jumat (18/10/2013).
Menurut Tamsil tak ada perayaan khusus untuk Akil tahun ini. Akil pun memilih untuk pasrah dengan keadaannya kali ini.
"Nggak ada (perayaan), semua kerja. Pasrah saja beliau dengan situasi seperti ini, terima sajalah," ungkap Tamsil.
(rna/mad)











































