5 Fakta Mencurigakan Pertemuan Akil dan Atut di Singapura

5 Fakta Mencurigakan Pertemuan Akil dan Atut di Singapura

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 18 Okt 2013 07:30 WIB
5 Fakta Mencurigakan Pertemuan Akil dan Atut di Singapura
Jakarta - Mantan ketua MK Akil Mochtar dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bertemu di Singapura pertengahan September 2013 lalu. Pertemuan ini mengundang kecurigaan karena berdekatan dengan putusan Pilkada Lebak.

Sejumlah fakta pun terungkap, terutama setelah ada konfirmasi dari pihak Tubagus Chaeri Wardana yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. Fakta-fakta itu sedang ditelusuri KPK, termasuk sejumlah buktinya.

Berikut fakta-fakta tersebut:

1. Berangkat Satu Pesawat

Sebelum bertemu di Singapura, Akil dan Atut rupanya berangkat dalam satu pesawat. Mereka menggunakan maskapai Singapore Airlines.
 
Akil dan Atut menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan SQ953 pada Sabtu tanggal 21 September 2013. Akil tiba lebih dulu di bandara dan melakukan check in sekitar 12.00 WIB, sementara Atut datang berselang satu jam kemudian sekitar pukul 13.50 WIB.

Meski pergi dalam satu pesawat, keduanya pulang terpisah. Sang ketua MK pulang dari Bandara Changi hari Senin 23 September menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA825. Dia tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 18.22 WIB.

Sedangkan Atut yang kini sudah dicegah KPK ke luar negeri pulang dua hari setelah Akil, tepatnya hari Rabu 25 September 2013 dengan penerbangan Singapore Airlines bernomor SQ966. Dia mendarat sekitar tengah malam.

Ada pun Wawan berada di negeri Singa itu untuk menemani Atut bertemu Akil. Dia berada di Singapura dari tanggal 20-24 September. Selama di sana, Wawan mengaku juga sempat menonton F1 bersama pejabat Banggar DPRD Banten. Adik Atut tersebut berangkat dan pulang dengan pesawat Garuda Indonesia.

2. Pertemuan di JW Marriott 15 Menit

Ratu Atut Chosiyah dan Akil Mochtar bertemu di Singapura pada bulan September 2013 lalu. Keduanya bertemu di Hotel JW Marriott Singapura.

Dalam pertemuan itu, adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, ikut mengantar. Menurut kuasa hukum Wawan, Pia Akbar Nasution, Atut dan Akil bicara selama 15 menit.

"Di JW Marriott Singapura," kata Pia.

Menurut pengakuan Wawan ke Pia, tak ada masalah spesifik yang dibahas. Apalagi kasus sengketa Pilkada Lebak atau urusan Pilkada lainnya.

3. Bertemu Juga di Bulan Agustus?

Akil Mochtar dan Ratu Atut Chosiyah bertemu di Singapura pada bulan September 2013. Ternyata, keduanya juga pernah terdeteksi berada di negeri tetangga itu di bulan Agustus 2013. Mungkinkah ada pertemuan lain?

Akil berangkat ke Singapura pada hari Jumat 23 Agustus 2013 pukul 11.22 WIB dengan pesawat Singapore Airlines bernomor SQ951. Dia lalu kembali keesokan harinya dengan maskapai yang sama bernomor SQ960 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 23.00 WIB.

Sedangkan Atut berangkat ke Singapura pada hari Jumat 23 Agustus dengan pesawat SQ947 dan kembali lagi hari Minggu, 25 Agustus, dengan Singapore Airlines bernomor SQ956.

Saat dikonfirmasi, pengacara Akil Mochtar, Tamsil Sjoekoer, mengaku tidak tahu menahu soal pertemuan dengan Atut. Dia hanya mendapat informasi dari kliennya, kepergian ke Singapura bertujuan untuk berobat.

4. Di Singapura Sebelum Penangkapan KPK

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan baru pulang dari Singapura sebelum ditangkap oleh KPK di kediamannya di Jl Denpasar, Kuningan, Jaksel. Ternyata, Atut pun berada di negeri singa itu sebelum ada penangkapan.

Atut berangkat ke Singapura pada Minggu, 29 September 2013 sekitar pukul 19.30 WIB menggunakan pesawat Singapore Airlines bernomor SQ959. Dia baru kembali pada hari Rabu, 2 Oktober 2013, sekitar pukul 05.00 WIB, dengan maskapai yang sama. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, kali ini Atut menggunakan paspor dinas gubernur.

Sedangkan Wawan berangkat ke Singapura pada tanggal 1 Oktober 2013 sekitar pukul 20.21 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor GA832. Lalu, dia kembali keesokan harinya tanggal 2 Oktober 2013 pukul 19.00 WIB bernomor GA827.

KPK kemudian menangkap Wawan di kediamannya pada hari itu juga atau tanggal 2 Oktober 2013 sekitar pukul 22.00 WIB. Atut juga belakangan dicegah KPK ke luar negeri mulai tanggal 3 Oktober 2013 untuk memudahkan proses penyelidikan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara gugatan sengketa Pilkada tahun 2011-2013 di MK.

5. Langsung Pimpin Sidang Pilkada Lebak

Akil Mochtar pulang dari Singapura pada tanggal 23 September 2013. Dia baru saja bertemu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di negeri singa itu. Keesokan harinya, Akil langsung memimpin sidang Pilkada Lebak.

Akil pulang lebih dulu dari Atut. Sebab, pada Selasa 24 September, dia harus memimpin sejumlah sidang, salah satunya sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Dalam risalah sidang yang tercantum di situs Mahkamah Konstitusi, Kamis (17/10), sidang yang dimulai pukul 09.10 WIB itu adalah mendengarkan keterangan saksi dan pengesahan sejumlah barang bukti terkait dugaan kecurangan dalam proses Pilkada. Akil memimpin sidang panel bersama hakim Maria Farida Indrati dan Anwar Usman.

Dalam sidang itu, Akil mengesahkan sedikitnya 40 bukti kecurangan yang disampaikan pihak Amir Hamzah-Kasmin. Berbekal putusan ini, akhirnya Akil pada 1 Oktober 2013 memutuskan Pilkada Lebak harus diulang karena terbukti ada kecurangan.

Pasangan Amir Hamzah adalah kubu yang didukung olah Partai Golkar. Diduga, telah terjadi suap dalam keputusan itu. Uang Rp 1 miliar dari adik Gubernur Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, diamankan KPK dari pengacara Susi Tur Andayani.

Baik Akil, Susi dan Wawan kini sudah jadi tersangka dan ditahan KPK.
Halaman 2 dari 6
(mad/tfq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini