Teroris Ditembak Mati, Penjagaan RS Bhayangkara Makassar Diperketat

Teroris Ditembak Mati, Penjagaan RS Bhayangkara Makassar Diperketat

- detikNews
Kamis, 17 Okt 2013 23:32 WIB
Teroris Ditembak Mati, Penjagaan RS Bhayangkara Makassar Diperketat
Makassar -

Jenazah terduga teroris Suardi alias Pak Guru (50) yang tewas ditembak mati oleh anggota Densus 88 dalam operasi penangkapan di Desa Allinge, Kec. Ulaweng, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, pukul 14.05 Wita disemayamkan di ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Sulselbar, di Jalan Andi Mappaodang, Makassar.

Penjagaan di areal rumah sakit sendiri semakin diperketat dibandingkan malam sebelumnya. Di sekitar kamar jenazah sendiri dipasang garis polisi sekitar 10 meter dari pintu kamar jenazah dan dijaga oleh beberapa anggota Brimob yang bersenjata lengkap.

Selain dari satuan Brimob Polda Sulselbar, penjagaan di RS Bhayangkara juga ikut dikawal anggota Patmor Polrestabes dan anggota Polsek Tamalate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini belum ada anggota keluarga Suardi yang datang untuk menyaksikan jenazah yang sudah diotopsi oleh Tim Forensik Dokkes Polda Sulselbar sekitar pukul 20.00 Wita tadi, Kamis (17/10/2013).

Seperti diketahui sebelumnya, Tim Densus 88 mencegat mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi DD 567 WI di Desa Allinge, Kec. Ulaweng, sekitar 150 kilometer dari Makassar, setelah dibuntuti oleh anggota Densus 88 dan anggota Intel Brimob Detasemen C sejak rabu kemarin (16/10).

Anggota Densus terpaksa menembak mati Suardi karena saat berusaha ditangkap, Suardi melakukan perlawanan dengan berupaya menembak anggota Densus 88. Sementara dua rekan suardi yang bernama Jodi alias Umail (37) dan seorang remaja berinisial UK (17) berhasil ditangkap hidup-hidup dan kini diamankan oleh Densus 88. Dari dalam mobil terduga teroris diamankan sepucuk pistol jenis baretta, 1 senapan angin, sebilah golok dan 12 butir peluru kaliber 9 milimeter.

(/)


Berita Terkait