Dibius Pakai Susu, Paryanto Gagal Berlebaran

Dibius Pakai Susu, Paryanto Gagal Berlebaran

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2004 16:52 WIB
Yogyakarta - Jangan langsung sambar bila ada orang yang baru Anda kenal menawari minuman gratis. Bisa-bisa Anda gagal berlebaran seperti Paryanto (30). Paryanto, warga Kalasan Sleman ditemukan tak sadarkan diri setelah diberi minuman oleh teman duduk satu kursinya saat hendak mudik dari Surabaya.Korban kehilangan uang Rp 500 ribu beserta sejumlah surat-surat penting yang ada di dompetnya. Akibat diberi minuman yang mengandung obat tidur dosis tinggi itu, korban saat ini terpaksa dirawat di Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta.Menurut keterangan Paryanto, pada Sabtu (6/11/2004) malam, dia berniat pulang dari Surabaya menuju Yogyakarta dengan menggunakan bus dari Terminal Bungurasih. Namun ketika sampai di daerah Kriyan Sidoarjo, seorang pria yang duduk di sebelahnya menawari permen. Namun Paryanto menolak tawaran pria tersebut.Selang beberapa saat, orang tersebut menawari Paryanto minuman susu kemasan. Kini tawaran itu tak bisa ditolaknya. Paryanto meminum susu pemberian teman seperjalanannya itu. "Saya hanya minum sedikit saja, karena susu yang diberikan tersebut terasa pahit," kata Paryanto.Tak lama setelah minum susu itu, Paryanto mengantuk dan pusing uar biasa. Akhirnya dia tidak sadarkan diri lagi. "Ketika saya sadar, sudah dirawat di Rumah Sakit UmumDaerah (RSUD) Wirosaban untuk dipindahkan ke RSU Dr Sardjito," kata karyawan Koperasi Pegawai Telkom Surabaya Barat itu.Dr Panjiaryo Prabowo yang merawat Paryanto kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan urine terbukti bahwa korban telah mengkonsumsi makanan dengan kandungan benzodlazepin yang merupakaan jenis obat tidur."Jika korban hanya minum sedikit tetapi efeknya sudah sedemikian besar, maka kandungan obat tersebut dalam minuman yang dikonsumsi sangat tinggi," kata Prabowo.Orangtua korban, Krisyanto, mengatakan Paryanto tidak sadarkan diri hingga Senin malam. Paryanto ditemukan petugas terminal Giwangan Yogyakarta dalam kondisi pingsan dan selanjutnya oleh petugsa terminal dibawa ke RSUD Wirosaban. Namun karena kondisinya cukup parah, korban terpaksa dirujuk ke RSU Dr Sardjito.Keluarga baru bisa menemukan Paryanto pada Senin malam setelah mendapat kabar dari kantornya di Surabaya bahwa dompet dan identitas Paryanto ditemukan di Terminal Bungurasih Surabaya."Kita juga sempat bingung, karena Paryanto mengatakan hari Minggu akan pulang, tetapi sampai Senin pagi tidak ada kabarnya," kata Krisyanto. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads