Tanggapi Kemarahan SBY, Luthfi Hasan: Saya Didoakan Presiden

Tanggapi Kemarahan SBY, Luthfi Hasan: Saya Didoakan Presiden

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Kamis, 17 Okt 2013 17:18 WIB
Tanggapi Kemarahan SBY, Luthfi Hasan: Saya Didoakan Presiden
Luthfi Hasan Ishaaq dalam sidang.
Jakarta - Pengakuannya dalam sidang bahwa Bunda Putri berperan penting dalam penentuan reshuffle kabinet, berbuntut reaksi keras dari Presiden SBY. Namun bagi Luthfi Hasan Ishaq, itu bukan kemarahan melainkan do'a terhadapnya.

"Saya didoakan Presiden SBY," ujar Luthfi Hasan di pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2013).

Mantan Presiden PKS itu merasa terhormat telah didoakan oleh Presiden SBY. Menurutnya, anak-anaknya merasa bangga karena ayahnya didoakan langsung oleh orang nomor satu di negeri ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak saya bercerita waktu lebaran kemarin, dia datang dengan bangga. Dia bilang ayah didoakan oleh Pak SBY," jelas terdakwa kasus dugaan suap impor daging sapi dan pencucian uang ini.

Luthfi merasa Presiden tidak marah soal penyataannya tentang Bunda Putri yang dekat dengan Presiden. Mantan Presiden PKS ini menyatakan tak tahu soal pernyataan Presiden SBY yang menganggap dirinya menyebar kebohongan.

"Saya tidak tahu apa yang Presiden SBY nyatakan. Nggak tahu koran, nggak tahu TV. Saya kan dipenjara," ungkapnya.

Presiden SBY geram dengan pernyataan Luthfi Hasan yang menyatakan Bunda Putri adalah sosok yang dekat dengan Presiden. Di dalam pernyataan resminya, Presiden mengungkapkan jika Luthfi Hasan telah melakukan kebohongan besar.

"Jangan main-main dengan kebenaran. berani berbuat berani bertanggungjawab. Saya belum punya data lengkap tentang Bunda Putri, mudah-mudahan dalam satu-dua hari saya lebih tahu, akan makin tahu siapa-siapa yang bermain dengan kata-kata yang bohong itu, apa tujuan dan sebagainya. Saya bukan pejabat kecengan, mau reshuffle, ngomong sama orang yang tidak jelas. Kemudian pernyataan sangat dekat dengan Presiden SBY, luar biasa. Semoga Allah mengampuni, semoga kebenaran dan keadilan tegak," ujar Presiden.

(kha/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads