Saat Holly Angela Ayu dibunuh pada Senin, 30 September lalu, sang suami, Gatot Supiartono sedang berada di Australia. Pengacara Gatot, Afrian Bondjol, mengatakan, kliennya pulang lebih cepat dari Australia dari yang dijadwalkan.
Afrian mengatakan, Gatot pergi ke Australia karena ada tugas negara. Pihak BPK sebelumnya menyebut, Gatot di Australia dari tanggal 27 September dan seharusnya pulang tanggal 3 Oktober 2013.
Begitu mendengar kabar Holly tewas, pada 30 September, Gatot langsung pulang sehari setelahnya. Namun Gatot tidak langsung menemui penyidik untuk menyatakan bahwa Holly adalah istrinya, ketika ia sudah berada di Jakarta. Gatot baru datang ke Polda Metro Jaya, setelah mendapatkan panggilan penyidik, tanggal 16 Oktober lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan Afrian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/10/2013). Afrian saat ini mendampingi pemeriksaan Gatot.
"Dan akhirnya timbul panggilan sebagai saksi hari Rabu 16 Oktober," lanjut Afrian.
Selanjutnya, Afrian berkomentar soal sulitnya menemukan Gatot setelah muncul foto dan namanya dalam peristiwa kematian Holly. Afrian menyangkal apabila Gatot menghilang dan bersembunyi dari kejaran media.
"Ini yang saya sayangkan, Pak Gatot kan kemarin kan baru diperiksa sebagai saksi. Tapi berbagai media memberitakan. Dikatakan menghilang dan sulit diketahui keberadaannya, misterius, itu sangat saya sesalkan," katanya.
Menurutnya, Gatot tidak menghindar ketika namanya muncul dan disebut-sebut diduga terlibat dalam kematian Holly. "Pak Gatot ada, dia ada di Jakarta, dan dia taat hukum," kata dia.
Ia menambahkan, Gatot dan keluarga tertekan dengan kejaran media yang mengejarnya ke kantor dan rumahnya.
"Jadi ada teman-teman (wartawan) yang datang ke rumah pribadi, dinas, dan kantor, ada yang ke rumah orang tua. Itu sangat menekan pemberitaan-pemberitaan itu. Dan sangat menekan keluarganya," imbuhnya.
(mei/mad)











































