"Yang paling dekat, yang konsepnya sama, mengenai ekonomi kerakyatan, visinya dekat, ya PDIP," kata Ketum Gerindra Suhardi menjawab pertanyaan mengenai koalisi ideal bagi Gerindra kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2013).
Suhardi mengatakan, dengan memiliki kesamaan konsep dan visi, maka koalisi yang terjalin akan kuat. Dan kekuatan itu bisa digunakan untuk membawa perbaikan bagi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi menepis ada kerenggangan hubungan antara partainya dan PDIP. Menurut dia komunikasi dengan PDIP selama ini cukup baik.
"Tapi koalisi realisasinya setelah pileg, setelah tahu berapa perolehan suara yang didapat," tuturnya.
Memang sejumlah elite Gerindra juga mendorong duet Prabowo-Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014. Namun apakah duet ini bisa terwujud mengingat hubungan Prabowo dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang merenggang? Ataukah Prabowo mau mengalah dan hanya jadi cawapres Jokowi?
Nama Prabowo memang masuk satu dari enam nama cawapres calon pendamping Jokowi. Selain Prabowo sejumlah nama kandidat cawapres Jokowi antara lain Puan Maharani, Prananda Prabowo, Pramono Anung, Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo.
(van/nrl)










































