"Ada anggaran yang tidak perlu, konsultan-konsultan, terutama di PU, muncul lagi. Yang saya katakan pengadaan pompa ganti tiap 4 tahun, eh diganti jadi tiap 2 tahun. Memang main di bawah ini. Ada satu perlawanan sepertinya terjadi," kata Ahok.
Hal ini disampaikan Ahok di depan kepala-kepala dinas DKI dalam rapat koordinasi klarifikasi dan validasi data dalam rangka monitor dan evaluasi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah Provinsi DKI tahun 2012, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah saya coret anggaran, setengah mati, saya marah-marah, begitu masuk ke DPRD, keluar lagi semua anggaran yang saya coret. Karena tidak ada sistem," cetus Ahok.
Untuk menangani masalah tersebut, Ahok berencana menerapkan e-budgeting agar tidak ada perubahan atau 'deal-deal' anggaran. Sistem ini sudah diterapkan di Surabaya.
"Kita nyontek Pak Bambang DH di Surabaya, dia nanti bangun sistem. Kalau saya block, tidak bisa lagi masukkan anggaran. Kalau masih ada nekat tahun depan, ya saya akan jebloskan," ujar Ahok tegas.
(rmd/lh)











































