Bersilaturahmi dengan Haji 'Koboi' dari Indonesia

Laporan dari Arab Saudi

Bersilaturahmi dengan Haji 'Koboi' dari Indonesia

Indra Subagja - detikNews
Kamis, 17 Okt 2013 13:28 WIB
Bersilaturahmi dengan Haji Koboi dari Indonesia
Mekkah - Ridwan (42) bersama istri dan anaknya sumringah. Terik panas padang Arafah tak dirasa. Bagi dia, bisa sampai ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji adalah kesempatan yang sudah lama dinantikannya.

Sudah 3 tahun dia tinggal ‎di Jeddah, Saudi Arabia. Ridwan bekerja di sebuah pabrik. Saat ditemui 14 Oktober lalu, dia mengaku awalnya sempat khawatir tak bisa masuk Mekkah.

"Tapi ya Bismillah saja Mas," kata dia sambil memegang anaknya.

Haji tahun ini memang cukup ketat. Polisi dan tentara menjaga di perbatasan Mekkah. Mereka akan menangkap dan mendeportasi calon haji yang tak berizin. Atau minimal mengusir para calon haji agar tak masuk Mekkah.

Kampanye juga digelar di pusat perbelanjaan di Jeddah. Ancaman 10 tahun tak bisa masuk Saudi diganjar pada warga asing yang nekat berhaji tetapi tak memiliki izin. Bagi Ridwan dan mukimin atau orang Indonesia yang tinggal di Saudi, biaya izin berhaji sekitar 9 ribu riyal Saudi.

Model Ridwan seperti ini biasa disebut haji 'koboi'. "Kita kan niatnya ibadah," alasan Ridwan sambil menghampiri istrinya.

Ridwan masuk ke Mekkah dengan beberapa temannya menumpang taksi. Sayangnya dia tak bercerita bagaimana bisa masuk Mekkah. Tapi dia tak menepis kalau turun di kawasan sebelum perbatasan, menghindari pemeriksaan dengan berjalan kaki kemudian dijemput lagi taksi.

"P‎okoknya bisa masuk," tuturnya.

Selain model Ridwan ini, ada juga jenis haji 'koboi' yang lain. Sebut saja namanya Abdul (36), dia ‎sebenarnya mukimin di Jeddah. Sudah lima tahun tinggal di Saudi dan sudah 3 kali berhaji.

"Sekarang bawa mertua dari Jakarta. Kalau pakai visa haji kan lama‎, jadi pakai visa kunjungan sejak Ramadan lalu, izin diperpanjang terus sampai musim haji. Nanti kalau musim haji selesai baru pulang ke Jakarta," jelas dia.

Tapi ya namanya haji 'koboi' itu tadi. Mereka mesti berjalan beberapa kilometer lebih dahulu sebelum bisa masuk Mekkah. Abdul dan istrinya daftar di sebuah biro haji lokal milik mukimin.

"Biar selama haji ada yang urus penginapan sama makan," jelas Abdu‎l.

Para WNI yang menjadi haji 'koboi' ini memang lumayan banyak. Ada juga yang masuk Mekkah dengan memakai baju bebas, bukan dengan ihram. Begitu masuk Mekkah baru mengambil niat berhaji.

Sepanjang perjalanan rukun haji mulai dari Arafah sampai Mina para 'koboi' ini akan mudah ditemui. "Haji, haji, Indonesia, Indonesia," kata mereka.

‎Berhaji merupakan ibadah yang membutuhkan niat dan keyakinan. Selalu ada jalan menuju Mekkah.‎

(ndr/lh)


Berita Terkait