Sumber detikcom membisikkan, Kamis (18/10/2013) data itu berisi pembicaraan antara Atut dan Akil di Hotel JW Marriott Singapura. Belum jelas benar apa yang diobrolkan, namun diduga kuat berhubungan dengan sejumlah kasus Pilkada di Banten.
Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi soal ini belum berkomentar. Sementara pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer, menegaskan tak tahu menahu soal pertemuan di Singapura. Namun bila ada fakta dan bukti kuat, dia tak bisa berbuat apa-apa.
"Wallahualam, kalau ada data itu kita mau bilang apa, faktanya seperti itu. Kita nggak mungkin bantah, kalau memang begitu adanya," kata Tamsil saat dikonfirmasi detikcom.
Yang jelas, Tamsil hanya mengetahui kepergian Akil ke Singapura untuk berobat. Tak ada kepentingan lain.
"Kita pernah halal bihalal, dia pakai tongkat. Katanya berobat di Singapura," tegas Tamsil lagi.
Pertemuan Atut dan Akil berlangsung antara tanggal 21-23 September di Hotel JW Marriott Singapura. Mereka berjumpa selama 15 menit. Versi Wawan, adik Atut, pertemuan itu tak membahas sengketa Pilkada Lebak, namun masalah hukum secara umum.
(mad/nrl)











































