3 Armada Penolong Jamaah Haji di Mina, 'BMW' Butut hingga Bajaj Biru

Laporan dari Arab Saudi

3 Armada Penolong Jamaah Haji di Mina, 'BMW' Butut hingga Bajaj Biru

- detikNews
Kamis, 17 Okt 2013 04:21 WIB
3 Armada Penolong Jamaah Haji di Mina, BMW Butut hingga Bajaj Biru
Mina, -

1. Bebek Merah Warnanya (BMW)

Foto: Hestiana/detikcom
Meski tua dan butut, 'BMW' sangatlah berjasa mengantarkan jamaah haji Indonesia yang tersesat jalan menuju perkemahan di kawasan Mina.

'BMW' yang sudah digunakan sejak tahun 1980 ini berjumlah 11 unit.

Kendaraan ini cuma beroperasi selama musim haji. Setelah itu, 'BMW' dikandangkan di gudang Jeddah. 'BMW' juga mengantongi izin kepemilikan.

Pengemudi 'BMW' sangat sabar dan siap mengerahkan tenaganya mengantar jamaah tersesat meskipun jarak perkemahannya jauh. Jamaah haji tidak dipungut ongkos.

Tahun 2014, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu berjanji akan menambah armada 'BMW' sebanyak-banyaknya karena jamaah haji yang tersesat di Mina menumpuk.

2. Ojek Kursi Roda

Foto: Hestiana/detikcom
Kursi-kursi roda disewakan untuk jamaah haji saat di Mina. Penggunanya bukan hanya jamaah haji yang jatuh sakit, tetapi juga jamaah yang sekadar kelelahan semata. Jamaah haji yang menggunakan jasanya dari segala negara, termasuk Jamaah haji Indonesia.

Bagi jamaah haji yang ingin memakai kursi roda, harga sewanya lumayan mahal. Kursi roda itu didorong oleh sang tukang ojek kursi roda. Wuuush!

"Ada jamaah haji yang memakai kursi roda dari Jamaraat ke Mina dimintai bayaran 200 riyal. Dari perkemahan ke RS di Mina 100 riyal. Padahal dekat, mahal," kata Asnawi, Ketua Kloter BTJ 6.

Namun ada juga beberapa jamaah haji yang memang sengaja membawa kursi roda dari Tanah Air.

"Ini bawa kursi roda sendiri. Saya hanya membantu teman 1 kloter mendorongnya, sudah lansia," kata seorang jamaah haji dari Embarkasi Surabaya ini.

3. Bajaj Biru

Bajaj bukan hanya kita temui di Ibukota tetapi menjadi salah satu armada pilihan bagi jamaah haji di Mina.

Kendaraan bercat biru itu wara wiri mengantar jamaah haji.

Dirjen PHU, Anggito Abimanyu, bahkan pernah menjajal naik bajaj biru.

Ia bercerita naik bajaj biru usai meninjau tenda-tenda jamaah haji ONH Plus. Karena padatnya lalu lintas, ia pun naik kendaraan roda tiga itu.

"Saya naik tidak bayar, gratis setelah sopir diberitahu (oleh staf) saya Dirjen PHU. Sopir bilang halal (gratis), semoga barokah," ujar Anggito serayaΒ  menirukan ucapan sopir tersebut sambil tertawa.

Menurut dia, biasanya penumpang bajaj dipatok harga 70 riyal.

"Saya gratis, alhamdulillah" kata dia.
Halaman 2 dari 4
(aan/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads