1. Bebek Merah Warnanya (BMW)
|
Foto: Hestiana/detikcom
|
'BMW' yang sudah digunakan sejak tahun 1980 ini berjumlah 11 unit.
Kendaraan ini cuma beroperasi selama musim haji. Setelah itu, 'BMW' dikandangkan di gudang Jeddah. 'BMW' juga mengantongi izin kepemilikan.
Pengemudi 'BMW' sangat sabar dan siap mengerahkan tenaganya mengantar jamaah tersesat meskipun jarak perkemahannya jauh. Jamaah haji tidak dipungut ongkos.
Tahun 2014, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu berjanji akan menambah armada 'BMW' sebanyak-banyaknya karena jamaah haji yang tersesat di Mina menumpuk.
2. Ojek Kursi Roda
|
Foto: Hestiana/detikcom
|
Bagi jamaah haji yang ingin memakai kursi roda, harga sewanya lumayan mahal. Kursi roda itu didorong oleh sang tukang ojek kursi roda. Wuuush!
"Ada jamaah haji yang memakai kursi roda dari Jamaraat ke Mina dimintai bayaran 200 riyal. Dari perkemahan ke RS di Mina 100 riyal. Padahal dekat, mahal," kata Asnawi, Ketua Kloter BTJ 6.
Namun ada juga beberapa jamaah haji yang memang sengaja membawa kursi roda dari Tanah Air.
"Ini bawa kursi roda sendiri. Saya hanya membantu teman 1 kloter mendorongnya, sudah lansia," kata seorang jamaah haji dari Embarkasi Surabaya ini.
3. Bajaj Biru
|
|
Kendaraan bercat biru itu wara wiri mengantar jamaah haji.
Dirjen PHU, Anggito Abimanyu, bahkan pernah menjajal naik bajaj biru.
Ia bercerita naik bajaj biru usai meninjau tenda-tenda jamaah haji ONH Plus. Karena padatnya lalu lintas, ia pun naik kendaraan roda tiga itu.
"Saya naik tidak bayar, gratis setelah sopir diberitahu (oleh staf) saya Dirjen PHU. Sopir bilang halal (gratis), semoga barokah," ujar Anggito serayaΒ menirukan ucapan sopir tersebut sambil tertawa.
Menurut dia, biasanya penumpang bajaj dipatok harga 70 riyal.
"Saya gratis, alhamdulillah" kata dia.
Halaman 2 dari 4











































