Humas RSUP dr Kariadi Semarang, dr Darwito mengatakan, saat ini M sudah dalam masa estibasi atau tidak lagi memerlukan alat pernafasan bantuan. M juga sudah dipindahkan dari IGD ke ruang bedah wanita A2.
"Sudah sadar. Dipindah Selasa (15/10) malam kemarin jam 19.00 WIB," kata Darwito kepada detikcom saat ditemui di ruangannya, RSUP dr Karyadi Semarang, Rabu (16/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gegar otak pastinya, karena hantaman keras. Tapi sekarang sudah sadar dan bisa diajak komunikasi," ujarnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya akan segera meminta keterangan M terkait kasus pencurian dan pembunuhan yang dilakukan Musa dan rekannya Abdul Rohman (29) denga korban dua balita, Kanaya Nadin Aulia Zahrani (2) dan Keanu Rifky Antosena (1).
"M harus sehat dulu, pasti akan diperiksa untuk berkasnya," kata Djihartono.
Kamis (10/10) lalu, Musa yang juga pacar M mengajak Abdul bertamu ke rumah majikan M. Mereka memang berencana untuk mencuri sejak awal, namun ketika aksinya ketahuan, dengan sadis Musa menghajar M dan dua balita anak pasangan Sugeng dan Eny. Abdul mengaku hanya memegangi pundak M.
Kurang dari 12 jam dua pelaku yang ternyata pemulung itu tertangkap di Jepara, tidak jauh dari rumah Musa. Selain mereka turut diamankan Sutriman (51), seorang pedagang emas yang membeli hasil curian Musa dan Abdul. Untuk sementara para pelaku dijerat dengan pasal 365 jo 338 KUHP.
(alg/trw)










































