Suha Dicaci-maki Warga Palestina

Suha Dicaci-maki Warga Palestina

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2004 15:10 WIB
Jakarta - Warga Palestina marah besar kepada Suha, istri Pemimpin Palestina Yasser Arafat. Suha dianggap tidak semestinya menjadikan Arafat sebagai 'properti' pribadi dengan merahasiakan kondisi kesehatan Arafat terhadap publik."Arafat bukan properti pribadi Suha. Saya belum mendengar seorangpun warga Palestina yang membenarkan apa yang sudah diucapkan Suha," tukas Sufian Abu Zaydeh, pejabat Gerakan Fatah bentukan Arafat seperti dilaporkan The Washington Times, Selasa (9/11/2004).Seorang pejabat Fatah yang tidak disebutkan namanya bahkan mencap Suha sebagai tokoh terkemuka yang manja, karena terbang ke Paris saat kondisi Tepi Barat sedang memburuk. Apalagi dengan menggunakan akses eksklusif suaminya untuk mengamankan lebih dari US$ 1 miliar aset agar tetap bisa dikontrol Arafat.Suha mengeluarkan pernyataan emosional saat diwawancarai televisi Al Jazeera. Perempuan berambut pirang dan berusia 41 tahun itu menuding empat pejabat tinggi Palestina yang sama-sama potensial menjadi pengganti Arafat telah berkonspirasi untuk 'mengubur hidup-hidup' Arafat.Keempat pejabat itu, yakni PM Palestina Ahmed Qurie, Menlu Palestina Nabil Shaath, Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmoud Abbas, dan Ketua Parlemen Palestina Rawhi Fattuh kesal dengan tudingan itu dan membatalkan rencana mengunjungi Arafat yang dirawat di Rumah Sakit Militer Percy Prancis. Namun kemudian mereka mengubah pikiran dan tetap bertolak ke Prancis.Setibanya di Prancis, keempatnya tidak mendapat kepastian kapan bisa menjenguk Arafat. Kepala Tim Dokter Arafat, Christian Estripeau menyatakan akses menjenguk Arafat kini dibatasi dengan ketat. Sumber menyebutkan, Suha lah yang melarang pengunjung menjenguk Arafat."Kami menyampaikan penyesalan yang sangat dalam atas komentar yang dibuat oleh Saudari Suha," kata PM Palestina Ahmed Qurie.Suha yang dinikahi Arafat sekitar 13 tahun lalu itu disebut-sebut hidup mewah di Paris selama bertahun-tahun, sementara suaminya 'dikurung' di bangunan yang setengah hancur di Ramallah oleh militer Israel.Spekulasi pun beredar liar. Disebutkan, Suha yang lebih muda 34 tahun dari Arafat itu berupaya memperoleh akses atas aset finansial suaminya untuk mengamankan peran politik dalam menentukan pengganti Arafat.Sumber menyebutkan, para ajudan Arafat sudah menjaga jarak dari Suha, sementara penasihat finansial Mohammed Rashid mengkritik pernyataan Suha dalam wawancaranya dengan Al Jazeera tersebut."Dia menggemparkan semua orang dengan kalimat semacam itu. Kini semua orang bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan, tapi tidak ada jawaban. Semua orang marah. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap Arafat," kata analis Palestina Said Zeydani.Namun analis lainnya berpendapat beda. Menurut Hillel Frisch, profesor ilmu politik dari Universitas Bar-Ilan, pernyataan Suha bisa saja mengindikasikan lemahnya calon pengganti Arafat dalam jangka waktu menengah dan panjang."Sebab seorang perempuan di dunia Arab tidak akan pernah punya nyali untuk berbicara seperti itu terhadap suaminya dan seorang pemimpin. Mereka bisa dihukum mati," ujar Hillel Frisch. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads