Pemudik Sedikit, KA & Bus Tambahan di Yogya Batal Operasi
Selasa, 09 Nov 2004 14:49 WIB
Yogyakarta -
Hingga H - 5 Selasa (9/11/2004), belum ada lonjakan penumpang arus mudik lebaran yang menggunakan kereta api dan bus reguler. Diperkirakan lonjakan penumpang baru akan meningkat pada H-3 hingga H-1 nanti."Sejak H - 7 hingga hari ini belum ada lonjakan penumpang yang menggunakan kereta api baik bisnis dan eksekutif," kata Dwiyana Slamet Riyadi, Kepala Stasiun Besar Tugu Yogyakarta kepada wartawan di kantornya, Selasa (9/11/2004).Akibat belum adanya lonjakan penumpang lebaran yang menggunakan kereta api, kataDwiyana, PT KAI untuk sementara terpaksa membatalkan beroperasinya KA Argo Lawu Lebaran, KA Bisnis Lebaran dan KA Ekonomi Lebaran. Namun bila sudah ada lonjakan penumpang, KA tersebut akan segera dioperasikan.Dwiyana mencontohkan, pada Sabtu dan Minggu lalu diprediksi penumpang KA dari Jakarta menuju ke timur seperti Yogyakarta dan Solo akan meningkat, tapi ternyata tidak terjadi. Namun sebaliknya penumpang yang menuju Jakarta atau Bandung dari Yogyakarta justru meningkat. "Perkiraan kami, justru arus balik nanti jumlah penumpang akan meningkat," katanya.Dwiyana mengakui sampai saat ini belum bisa memberantas praktek percaloan tiket terutama tiket KA eksekutif dan bisnis secara total. Namun pihaknya berusaha membatasi gerak para calo.Meski demikian, para calo juga tak kalah pintar. Mereka menyiasatinya dengan menggunakan jasa orang lain, misalnya tetangga, teman atau saudaranya untuk ikut antre tiket. "Calo tiket masih ada, tapi kalau kita sweeping juga tidak akan efektif," kata Dwiyana.Akhirnya, pihaknya hanya melakukan shock therapy dengan menaikkan harga tiket KA eksekutif Argo Lawu dan Taksaka khusus tanggal (19-22/11/2004) dengan harga Rp 245 ribu dan Rp 250 ribu. "Dengan tiket seharga Rp 250 ribu itu sudah membuat calo bingung, mau menjual dengan harga berapa lagi," katanya.BusSecara terpisah R.Sudjiyo, staf Terminal Bus Giwangan Yogyakarta mengatakan, sampai hari ini belum ada lonjakan jumlah penumpang mudik yang menggunakan bus reguler. Kalaupun ada lonjakan, jumlahnya sedikit sekali sehingga belum perlu dioperasikan bus cadangan."Jumlah penumpang belum melonjak saat ini, diperkirakan baru H-3 atau H-2 nanti. Namun saat ini jumlah penumpang yang mulai meningkat untuk tujuan Sumatera saja. Sedangkan Jakarta, Bogor dan Tangerang belum meningkat," katanya.Menurut Sudjiyo, jumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam propinsi (AKDP) yang masuk terminal sejak tanggal (7-8/11/2004) kemarin sudah ada peningkatan. Bus yang datang pada tanggal 7/11/2004 sekitar 1.687 rit sedangkan bus berangkat mencapai 1.736 rit. Jumlah penumpang yang datang mencapai 32.434 penumpang. Sedangkan penumpang berangkat mencapai 35.385 orang.Untuk tanggal 8/11/2004, jumlah bus datang mencapai 1.760 rit, sedangkan bus yang berangkat sekitar 1.759 rit. Untuk penumpang yang datang mencapai 36.183 orang. Sedangkan penumpang yang berangkat mencapai 34.180 orang.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































