Selamat Tinggal Sepatu Butut

Setahun Jokowi-Ahok

Selamat Tinggal Sepatu Butut

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 16 Okt 2013 15:49 WIB
Selamat Tinggal Sepatu Butut
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meluncurkan Kartu Jakarta Pintar
Jakarta - Irwansyah (13 tahun), tidak lagi perlu malu memakai sepatu jebol untuk bersekolah. Siswa kelas delapan di SMPN 126 Kramat Jati, Jakarta Timur itu sekarang punya sepatu baru berkat uang dari Kartu Jakarta Pintar.

Mendapat uang saku KJP setiap bulannya Rp 210 ribu atau Rp 630 ribu untuk tiga bulan membuat Irwan bisa menyisihkan sebagin untuk diberikan orangtuanya.

Biasanya perlengkapan yang penting seperti tas dan sepatu sudah dibeli, ia akan memakainya minimal dua tahun. Tidak masalah kalau rusak sedikit akan diperbaiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kan itu yang ambil duitnya ibu. Kalau masih sisa banyak ya mendingan buat ibu saja, Buat makan sehari-hari,” kata pelajar yang tinggal di Kampung Gedong, Jakarta Timur itu kepada detikcom, Senin (14/10) lalu.

Menurut dia, Selain dirinya masih ada sekitar delapan murid lain di kelas tujuh dan delapan yang dapat KJP. Suryadi, -ayah Irwan- mengaku setelah mendapat KJP Irwan lebih rajin berangkat sekolah.

Biasanya, Irwan sering bolos karena tidak punya uang untuk naik angkutan umum, kini ia bisa lebih rajin. Bahkan, sebagian uang KJS bisa digunakan untuk biaya servis sepeda. “Buat beli jok, ban, dan spakbor baru. Jadi, bisa hemat juga. Paling kalau ban bocor naik angkot,” kata Suryadi.

Salah seorang guru SMPN 126, Ningrat mengatakan jumlah penerima KJP di sekolahnya sekitar 12 siswa. Ia menceritakan sebelum ada KJP masih ada siswa yang sengaja bolos karena memang malas sekolah.

Alasan orangtua  tidak punya uang untuk membeli lembar kerja siswa dan buku pelajaran dijadikan alasan membolos. Namun, setelah ada program KJS bisa membantu siswa-siswa yang sebenarnya pintar tapi malas untuk bersekolah.

“Dulu ada yang sengaja nongkrong di depan. Pakai seragam tapi enggak masuk. Sekolah malas karena kalau masuk pasti disetrap sama gurunya karena enggak punya buku LKS. Sekarang kan enggak,” kata Ningrat.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan total penerima KJP tahun ini mencapai 410.767 siswa dari tingkat SD sampai SMA. Menurutnya, angka ini mengalami penambahan dari sebelumnya yang hanya 332.465 siswa.
 
Dia menjelaskan anggaran KJP memang lebih dari lima puluh persennya ditujukan untuk anak SD yaitu lebih dari 200 ribu lebih anak. Penambahan jumlah penerima KJP pun karena tingkat SD lebih diprioritaskan jumlah banyak siswanya.

Beda dengan tingkat SMP dan SMA yang porsi jumlahnya kecil. Keseluruhan nama penerima KJP ini juga didata secara online. Menurutnya, tugas Dinas Pendidikan DKI hanya memverifikasi dan menyerahkan data ke Bank DKI.


“Itu kan prosesnya dari BPKD ke bank DKI. Tercatat online semua,” kata Yudi saat berbincang denan detikcom, Rabu (16/10).

(erd/erd)


Berita Terkait