Petugas Tanjung Priok Kesulitan Mendata TKI
Selasa, 09 Nov 2004 14:11 WIB
Jakarta - Petugas Pelabuhan Tanjung Priok kesulitan mendata jumlah TKI dari Malaysia yang tiba di pelabuhan itu. Hal itu disebabkan minimnya informasi yang dimiliki para TKI. "Saya sangat sulit untuk mendata secara pasti," ujar Asmen Terminal Penumpang Tanjung Priok A Soetirto di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (9/11/2004). Menurut Soetirto, kekurangan informasi yang dimiliki TKI saat berada di atas kapal menyebabkan mereka takut untuk didata. Mereka takut dipungut biaya saat pendataan. Padahal, lanjut Tirto, pemerintah menjamin kepulangan TKI hingga ke rumahnya masing-masing secara gratis. Hingga pukul 14.00 WIB, pihak pelabuhan baru mendata 31 orang TKI yang tiba dengan menumpang Kapal Dobonsolo. Padahal, menurut Lili Pujiati dari Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia (FOBMI) sekitar 400-an TKI akan tiba hari ini. Ke-31 TKI itu terdiri dari 5 orang asal Jabar, Jateng (13), Jatim (8) , DKI (1), Lampung (2), Banten (1) dan Sulawesi Tenggara (1). Salah seorang dari 31 TKI itu dalam keadaan sakit dan 2 orang lainnya kecapekan. Selain itu, ada seorang TKI asal Madura yang menderita stres. Yamin nama TKI itu bekerja di Malaysia sebagai buruh bangunan. Menurut Surahmi, ibu Yamin, anaknya mulai stres ketika berada di atas kapal. Ia menduga anaknya stres karena majikan tidak membayar gajinya. Pihak keluarga berusaha membujuk Yamin yang sedang berdiri di atas sebuah truk. Kedatangan TKI dari Negeri Jiran itu juga diwarnai tertangkapnya seorang pencopet. Saat ini, pencopet itu telah diamankan aparat kepolisian.
(rif/)











































