Awas Pasar Tumpah di Yogya!

Awas Pasar Tumpah di Yogya!

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2004 14:14 WIB
Yogyakarta - Para pemudik dari utara maupun barat yang hendak melintasi wilayah Yogyakarta diminta berhati-hati dan waspada karena ada pasar tumpah. Pasar tumpah tersebut, antara lain di Pasar Gamping Sleman, Pasar Tempel Sleman, Pasar Piyungan Bantul, serta Pasar Sentolo Kulon Progo. "Meski semua sarana dan prasarana jalan di wilayah Yogyakarta kondisinya baik dan mulus, kami meminta para pemudik agar waspada bila melintas di pasar tumpah di waktu pagi," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ir Setyoso Hardjowisastro MSc kepada detikcom di kantornya, Jl Babarsari Yogyakarta, Selasa (9/11/2004).Untuk pemudik yang masuk Yogyakarta dari arah barat lewat jalur Selatan (Purworejo), kata Setyoso, pasar tumpah yang harus diwaspadai, antara lain Pasar Gamping dan Pasar Sentolo. Sedangkan untuk pemudik dari arah utara (Magelang), yang perlu diwaspadai adalah Pasar Tempel di dekat jembatan Krasak perbatasan Magelang - Sleman. Namun bila pemudik akan melanjutkan perjalanan ke arah timur lewat Gunung Kidul, yang harus diwaspadai adalah pasar Piyungan Bantul.Selain pasar tumpah, menurut Setyoso, terdapat beberapa persimpangan jalan yang juga rawan terjadi kecelakaan, seperti simpang tiga Wates, simpang tiga Sentolo, perempatan Sedayu Bantul, dan simpang tiga Pasar Sleman. Sedangkan jalur jalan lainnya yang rawan adalah sepanjang jalan Wates, sepanjang jalan Yogya - Solo antara Kalasan - Prambanan dan tanjakan di perbukitan Pathuk Gunung Kidul.Setyoso juga mengingatkan agar pemudik yang menggunakan mobil pribadi tidak perlu masuk kota Yogyakarta, tapi langsung menggunakan jalur-jalur luar kota atau lewat ringroad utara dan selatan. Kemacetan yang terjadi di pintu-pintu masuk kota diakibatkan para pemudik ingin masuk atau lewat di kawasan Malioboro dengan kendaraan pribadinya. "Meski kita tidak bisa melarang mobil pribadi masuk ke dalam kota terutama Malioboro, sebaiknya pemudik langsung menggunakan jalur luar kota," katanya. Setyoso memprediksi arus lonjakan penumpang mudik lebaran akan terasa pada H-4 hingga H-1. Setiap harinya diperkirakan lebih dari 10 ribu orang pemudik akan memasuki Yogyakarta dan sekitarnya baik menggunakan kereta api, bus, maupun pesawat udara. Yang menggunakan pesawat udara diperkirakan sekitar 4 ribu orang, kereta api bisnis dan eksekutif sekitar 5 ribu orang dan KA ekonomi sekitar 1.100 orang. "Sedangkan yang menggunakan bus reguler diperkirakan lebih dari 1.000 orang penumpang," kata Setyoso. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads