Diperiksa Polisi, Akankah Dugaan Keterlibatan Gatot Terjawab?

Tragedi Berdarah di Kalibata City

Diperiksa Polisi, Akankah Dugaan Keterlibatan Gatot Terjawab?

- detikNews
Rabu, 16 Okt 2013 11:41 WIB
Diperiksa Polisi, Akankah Dugaan Keterlibatan Gatot Terjawab?
Jakarta - Hasil sementara penyelidikan polisi, pembunuhan terhadap Holly Angela Ayu Winanti (37) dirancang sangat seksama. Seorang dari lima eksekutornya tewas dan dua lainnya masih dalam pengejaran. Apakah dugaan bahwa Gatot Supriartono adalah aktor intelektual akan terjawab dalam pemeriksaan polisi hari ini?

Pengungkapan kasus ini berawal dari temuan jasad Elriski di pelataran tower apartemen Kalibata City tempat Holly dibunuh. Tak lama kemudian polisi menangkap Surya Hakim (45) di Karawang, Jawa Barat, dan Abdul Latif (58) di Depok, Jawa Barat, yang diduga sebagai eksekutor.

Di dalam pemeriksaan terkuak, Surya dan empat eksekutor lain yakni Elriski (tewas), Rusky (buron), Pago (buron) dan Abdul Latif (tertangkap), sudah merencanakan pembunuhan Holly ini sejak Agustus 2013 lalu. Bahkan mereka menyewa sebuah unit 06BE di tower yang sama yang ditempati Holly. Sebelum akhirnya Holly dieksekusi pada Senin 30 September, mereka memantau kegiatan sehari-hari Holly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk melancarkan aksinya itu, mereka juga telah menyiapkan sebuah kotak alat musik ukuran sekitar 100x50x50 cm warna hitam sebagai peti mati untuk Holly. Mereka berencana membuah mayat Holly ke laut bila saja pembunuhan itu berjalan mulus.

Dua buah gitar listrik juga disiapkan, untuk mengelabui sekuriti dan penghuni lain. Juga 1.750 gram kopi bubuk, dua gulung kantong sampah berukuran besar dan tali tambang, disediakan untuk membungkus mayat Holly. Kopi disediakan untuk menghilangkan bau mayat, sementara gitar disediakan untuk menutupi mayat Holly sebagai kamuflase.

"Mereka setiap hari mondar-mandir naik-turun dari lantai 6 membawa kotak alat musik itu, sehingga nanti saat menurunkan mayat Holly menggunakan kotak itu, tidak dicurigai," jelas Kasubdit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.

Herry mengatakan, selama menempati unit 06BE, mereka memantau aktivitas Holly. Pun ketika sebelum Holly diseksekusi pada tanggal 30 September lalu, ia dibuntuti saat menjennguk ibu asuhnya di Cibubur, Jaktim.

Para eksekutor juga menyiapkan kunci kamar Holly yang sudah diduplikat. Sehingga begitu Holly tiba di kamarnya, para pelaku sudah berada di dalam kamar. Tersnagka Abdul Latif, saat itu bertugas mengawasi dan mengikuti Holly hingga ke lantai 9. Sementara tersangka Rusky dan Elriski, sudah ada di dalam kamar.

Aksi mereka berjalan mulus saat itu. Holly dihabisi dengan cara dipukul menggunakan besi berukuran 50 cm yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun, rencana itu rupanya meleset dari perencanaan mereka. Karena ketika Holly dihabisi saat memasuki kamarnya, ia tengah berbicara melalui telepon dengan ibu asuhnya.

Teriakan Holly yang meminta tolong serta erangan kesakitannya membuat ibu angkatnya curiga dan langsung menelepon teman-teman Holly yang juga tinggal di apartemen yang sama. Pertolongan datang di saat Holly sedang kritis dan masih dianiaya Elriski dan Rusky.

Para saksi yang mencoba menolong Holly dengan mendobrak pintu, rupanya membuat dua eksekutor panik. Rusky kemudian mencoba kabur dari dalam unit dengan cara merayap balkon unit 09AT ke unit 09AS. Di situ ia berdiam sejekan.

Elriski kemudian mencoba mengikuti Rusky, namun naas, ia terpeleset saat mencoba merayap ke unit 09AS, hingga tewas terjatuh. Setelah para saksi menggotong Holly untuk membawanya ke rumah sakit, Rusky mencoba turun ke lantai 08AS.

Di situ ia bersembunyi hingga situasi tenang. Ia memecahkan kaca pintu balkon unit 08AS yang kosong melompong. Lalu mendobrak pintu bagian rumah kunci agar bisa keluar dari kamar itu. Hingga kini, Rusky masih buron.

Dalam pemeriksaan polisi, Surya pun 'bernyanyi'. Ia menyebut-nyebut nama Gatot Supiartono dalam pemeriksaan itu. Gatot, diduga disebut-sebut sebagai aktor intelektual yang menyuruh Surya untuk mengeksekusi Holly dengan bayaran Rp 250 juta.

Seorang sumber di kepolisian mengatakan, Gatot menyiapkan dana untuk operasional pembunuhan Holly ini.

Namun, pihak kepolisian mengatakan, Surya hanya mengaku kenal dengan Gatot. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan foto Gatot bersama Holly. Berdasarkan olah TKP dan keterangan tersangka itu, Polisi pun melayangkan panggilan terhadap pejabat esolon I BPK itu untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam pembunuhan Holly.

Dari pemeriksaan ini, akankah Gatot mengungkapkan semua dugaan-dugaan atas keterlibatannya? Termasuk, akankan ia menjawab soal dugaan menjadi aktor intelektual dalam pembunuhan Holly?

"Kita lihat nanti setelah hasil pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.
(mei/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads