'BMW' Pengantar Jamaah Tersesat Jalan di Mina Segera Diperbanyak

Laporan dari Arab Saudi

'BMW' Pengantar Jamaah Tersesat Jalan di Mina Segera Diperbanyak

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 16 Okt 2013 02:05 WIB
BMW Pengantar Jamaah Tersesat Jalan di Mina Segera Diperbanyak
Foto: Hestiana/Detikcom
Mina - 'Bebek Merah Warnanya' (BMW), sepeda motor jadul (zaman dulu) ini dari tahun ke tahun bagaikan primadona pengantar jamaah yang tersesat jalan di Mina. Armada ini jumlahnya bakal diperbanyak.

"Kami berencana mau beli lagi tahun depan. Jamaah tersesat menumpuk. Ditambah sebanyak-banyaknya," kata
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Anggito Abimanyu di Mina, Selasa (15/10/2013).

Apa jenisnya dan tahun yang lama juga, Pak? "Apa saja yang penting bisa jalan," jawab Anggito.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatgas Mina Akhmad Jauhari menceritakan sepeda motor pengantar jamaah tersesat telah digunakan sejak tahun 1980.

Ada 11 unit sepeda motor yang dikerahkan wara-wiri mengantar jamaah tersesat ke perkemahan.

Ia mengatakan mobilisasi jamaah haji sangat tinggi dan jangkauan luas sehingga diperlukan moda transportasi yang cepat mengantar jamaah yang kelelahan.

"Mobilitas fleksibel, lebih cepat. Kalau mobil (Civilian) harus menunggu penuh dulu jamaah tersesat yang akan diantar ke perkemahan," kata Jauhari.

Menurut dia, armada itu mengantongi bukti-bukti legalitas kepemilikan dan hanya dikeluarkan pada masa operasional penyelenggaraan haji. Demikian pula dengan perawatannya.

"Kalau tidak dipakai ya disimpan di gudang Jeddah. Setiap motor dilengkapi alat penambal ban, pompa dan bensin.
Kalau rusak dibetulin sendiri, betul-betul mandiri," ujar dia.

Seorang pengemudi sepeda motor, Fathol Hosen, mengaku siap mengantar siapapun jamaah haji yang tersesat jalan, mulai dari yang menghuni perkemahan di maktab 1 hingga 72 di Mina. Ada 40 petugas yang siap siaga mengantar jamaah ke perkemahan.

"Kalau jamaah haji tersesat jarak perkemahannya 40 meter, kita antar jalan kaki. Kalau lebih misalnya di Mina Jadid yang jaraknya 7 hingga 9 kilometer ke jamarat diantar dengan mobil. Tua muda kita layani semua," ungkap Fathol.

Pria yang sudah 6 tahun ini menjadi pengemudi itu mengatakan awalnya sepeda motor berjumlah 18 unit, Namun tiap tahun dicuri.

"Padahal sudah digembok. Hampir tiap tahun hilang," kata dia.

(aan/jor)


Berita Terkait