Empat jasad WNI yang tewas ditembak dalam penyergapan polisi Malaysia dalam kasus dugaan perampokan, telah berhasil diidentifikasi. Di dalam proses identifikasi siang ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menghadirkan perwakilan keluarga yang tinggal di Batam.
"Seluruh jenazah sudah berhasil diidentifikasi pada pukul 11 tadi. Dihadiri Pak Dubes, pengacara, ASP (Kapten) Somu Subramaniuan dari kepolisian serta dokter forensik University Kebangsaan," kata Koordinator Fungsi Konsuler dan Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI di Malaysia, Dino Nurwahyudin, melalui telepon, Senin (14/10/2013).
Kehadiran langsung Duta Besar RI Herman Prayitno dan pengacara untuk mendampingi wakil keluarga yang didatangkan KBRI dari Batam untuk melakukan identifikasi fisik. Mereka adalah Haji Ibrahim dan istri dari para WNI yang tewas ditembak polisi atas dugaan terlibat dalam perampokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan atas nama Hafat, kepolisian mengidentifikasinya berdasar catatan sidik jari, kalau yang tiga lainnya tidak ada," jelas Dino.
Berdasar keterangan polisi, empat WNI tersebut tewas dalam penyergapan yang berlangsung pada Jumat siang pekan lalu. Penyergapan yang berakhir dengn baku tembak itu berlangsung beberapa jam setelah terjadinya tindak perampokan sebuah rumah di Nyampang Hilir.
"Di lokasi polisi menemukan barang bukti berupa senjata api, jam tangan mewah, ponsel, iPad dan uang ringgit dalam jumlah besar," papar Dino.
(lh/mad)










































