Pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan mobil berstiker khusus Arafah yang boleh wara wiri keluar masuk Padang Arafah. Untuk mobil yang tidak berstiker dilarang masuk ke Arafah menjelang puncak haji ini.
Mobil operasional Anggito dikerahkan membantu mengantar seorang kakek, calon jamaah haji yang menderita penyakit paru-paru kronik.
Anggito turun tangan langsung membantu 'evakuasi' sang pasien. Ia dan seorang dokter mengatur posisi kursi-kursi di mobil agar pasien dan peralatan kesehatan dapat masuk ke dalam mobil berwarna hitam berpelat 1381 ETA itu.
"Ada yang bisa berbahasa Arab untuk mendampingi?" kata Anggito.
Prof Dr Suradi lalu menjawab nanti akan ada petugas penunjuk jalan. Setelah persiapan oke, kakek tersebut lalu dibawa masuk ke dalam mobil Anggito.
Kakek itu didorong petugas Teta (Petugas Evakuasi Tanpa Alat) menuju mobil Anggito. Peralatan tabung oksigen juga dibawa.
Kakek yang terbalut kain ikhram itu lalu didudukkan di kursi. Sementara Anggito sempat duduk di samping sang kakek sambil memegangi peralatan tabung oksigen.
Kakek yang didampingi perawat itu akhirnya bergegas di antar ke RS Jabal Rahmah.
"Pasien sakit paru kronik. Sudah lama sakit dan kini memburuk. Bisa karena kelelahan dan harus dirawat," kata dr Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.
Menurut dia, pasien diberangkatkan dengan mobil operasional Anggito Abimanyu agar mendapat perawatan segera. "Biar cepat saja. Karena kan mobilnya berstiker dan tidak harus melalui proses pemeriksaan saat keluar masuk di Arafah," ujar Tjandra.
Rencananya, ada 1 pasien lagi yang akan dirujuk karena keadaan umum lemah, tensi rendah, dehidrasi, dan kesadaran rendah.
(aan/mad)











































