Kasus Salah Tembak Robin Harus Jadi Pelajaran Penting Bagi Polri

Kasus Salah Tembak Robin Harus Jadi Pelajaran Penting Bagi Polri

Rina Atriana - detikNews
Senin, 14 Okt 2013 09:48 WIB
Kasus Salah Tembak Robin Harus Jadi Pelajaran Penting Bagi Polri
Jakarta - Mobil milik Robin Napitupulu yang menjadi korban salah tembak oleh anggota Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kompolnas menilai peristiwa harus menjadi pelajaran penting bagi institusi kepolisian.

"Seharusnya menjadi sebuah pelajaran penting dalam operasional anggota Polri di lapangan. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang anggota Polri akan berhadapan dengan situasi lapangan yang seringkali tidak mulus, tidak sesuai dengan rencana," kata komisioner Kompolnas M Nasser, saat dihubungi detikcom, Senin (14/10/2013).

Menurut Nasser, peristiwa salah tembak tersebut terlanjur dipandang murni sebagai kesalahan polisi oleh masyarakat. Namun sebenarnya lebih merupakan dinamika yang terjadi di lapangan.

"Publik selalu menuntut polisi harus bersih, tanpa kesalahan, tanpa kekeliruan, tidak boleh ada salah sasaran, tidak ada salah tembak, tidak ada salah tangkap dan tidak ada upaya paksa yang berdimensi kekerasan," ujarnya.

Menurut Nasser, kasus salah tembak Robin adalah murni kelalaian bukan kesengajaan. Oleh sebab itu Polri tidak harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap akibat yang terjadi.

"Tidak cukup itu tetapi juga Kapolres Jakarta Barat harus mengevaluasi kesalahan yang dilakukan anggota apakah unsur kecerobohan, ketidak hati-hatian dan ketidakcermatan ini masih dapat ditolerir sebagai kelalaian biasa atau sebuah professional misconduct," jelasnya.

Nasser menambahkan, upaya Kapolres Jakbar untuk menjenguk Robin dan menyapa keluarganya adalah wujud penyesalan mendalam atas kejadian tersebut. "Serta bagian dari keterbukaan Polri terhadap kesalahan operasionalnya pada masyarakat. Untuk itu diharapkan Polri jangan malu atau segan untuk minta maaf serta mengganti kerugian korban," tambahnya.

(rna/ega)


Berita Terkait