"Mereka akan ke Jakarta belajar tentang Indonesia dan mengundang kita ke Istambul Turki. Kita menyanggupi untuk ke sana," kata Menag di kantor misi haji Turki, Makkah, pada Sabtu 12 Oktober 2013 malam hari waktu setempat.
Menag didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Turki ada masa-masa dibuka pendaftaran. Tidak antre yang diberangkatkan berdasarkan jumlah kuota yang diberikan Arab Saudi. Tahun ini yang diberangkatkan 59 ribu jamaah haji setelah dipotong 20 persen," papar dia.
Ia menambahkan Turki berpendapat biaya penyelenggaraan haji Indonesia jauh lebih rendah.
"Ada yang menarik Turki kontrak per 3 tahun dengan harga sama. Indonesia tidak sama dari tahun ke tahun dan tidak bisa 3 tahun karena bisa menyalahi sistem anggaran," ujar dia.
Selain itu, membicarakan antara lain penetapan awal bulan seperti bulan Ramadan.
"Turki juga ada persoalan yang sama yaitu penetapan awal bulan yang beda," ujar Menag yang terbalut baju koko warna hijau ini.
(aan/mad)











































