Indonesia dan Turki Jajaki Kerjasama Soal Haji

Laporan dari Arab Saudi

Indonesia dan Turki Jajaki Kerjasama Soal Haji

- detikNews
Minggu, 13 Okt 2013 10:59 WIB
Indonesia dan Turki Jajaki Kerjasama Soal Haji
Makkah - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dan President of Religious Affairs Turki Mehmet Gormez saling bertukar pengalaman penyelenggaraan haji di Indonesia dan Turki. Mereka siap menjalin kerjasama di bidang agama, haji dan umrah.

"Mereka akan ke Jakarta belajar tentang Indonesia dan mengundang kita ke Istambul Turki. Kita menyanggupi untuk ke sana," kata Menag di kantor misi haji Turki, Makkah, pada Sabtu 12 Oktober 2013 malam hari waktu setempat.

Menag didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, bentuk kerjasama belum dibicarakan secara rinci. Namun demikian, kata dia, Indonesia dan Turki juga saling belajar tentang penyelenggaraan haji. Penyelenggaraan haji di Turki dilaksanakan dengan cara qurah atau lotre, berbeda dengan Indonesia yang pendaftaran dibuka sepanjang tahun dengan masa antrean sampai 17 tahun. Di Indonesia, yang antre 4 juta calon jamaah haji sedangkan di Turki ada 1,6 juta.

"Di Turki ada masa-masa dibuka pendaftaran. Tidak antre yang diberangkatkan berdasarkan jumlah kuota yang diberikan Arab Saudi. Tahun ini yang diberangkatkan 59 ribu jamaah haji setelah dipotong 20 persen," papar dia.

Ia menambahkan Turki berpendapat biaya penyelenggaraan haji Indonesia jauh lebih rendah.

"Ada yang menarik Turki kontrak per 3 tahun dengan harga sama. Indonesia tidak sama dari tahun ke tahun dan tidak bisa 3 tahun karena bisa menyalahi sistem anggaran," ujar dia.

Selain itu, membicarakan antara lain penetapan awal bulan seperti bulan Ramadan.

"Turki juga ada persoalan yang sama yaitu penetapan awal bulan yang beda," ujar Menag yang terbalut baju koko warna hijau ini.

(aan/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads