"Tahun depan, tenda-tenda jamaah haji Indonesia sudah mulai diganti dengan standar tertentu dan kualitas yang jauh lebih baik," kata Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali di sela-sela meninjau tenda jamaah haji di Arafah, Sabtu (12/10/2013).
Menurut dia, pergantian tenda akan dikerjakan dalam kurun waktu 3 tahun dan mulai tahun depan. Tenda-tenda itu akan diganti seperti tenda misi haji Indonesia yang lebih kokoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenda 2 tingkat tidak tertutup kemungkinan. Arafah dahulu, Insya Allah disusul Mina," ujar dia.
Ia mengatakan tenda-tenda bertingkat di Arafah diproyeksikan bisa menampung 4,5 juta jamaah haji.
Tenda tersebut akan dibangun di areal Arafah seluas 30 juta meter persegi dan bisa digunakan dalam jangka waktu hingga 30 tahun, seperti tenda-tenda di Bandara Jeddah.
"Kalau bisa ditambah, ada perluasan lebih besar bagi jamaah haji dunia, insya Allah besar peluangnya penambahan kuota," kata Menag.
Ketua Muassasah Asia Tenggara, Zuhair bin Abdul Hamid Sedayu mengungkapkan ada 73 maktab Asia Tenggara dan masing-masing maktab berkapasitas 3.200 orang jamaah haji. Tiap maktab terdiri dari 400 tenda yang per tenda dihuni 8 jamaah haji.
"Tenda yang roboh atau rusak segera diganti. Kita punya cadangan dan tiap maktab punya cadangan tenda 20-30 persen.
Toilet Bertingkat
Dalam kesempatan itu, Menag mengatakan perbaikan penyediaan toilet bagi jamaah juga ditingkatkan.
"Toilet diperbanyak tidak bisa karena areal di Arafah terbatas. Oleh karenanya, toilet ditingkat tetapi belum semuanya," kata Menag.
Ia menambahkan disediakan kantong urine khususnya bagi jamaah haji lansia.
"Tidak bau dan aman. Untuk uji coba disediakan 3 box berisi 10.000 kantong urine. Ada juga tisu untuk mandi tidak wangi, tidak beralkohol dan segar," papar Menag.
(aan/gah)










































