Presiden SBY Harap Pengadilan Ungkap Mana yang Fakta dan Bualan

Presiden SBY Harap Pengadilan Ungkap Mana yang Fakta dan Bualan

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 12 Okt 2013 15:17 WIB
Jakarta - Proses hukum kasus-kasus korupsi yang menyeret politisi, di dalam perjalannya tak jarang diwarnai isu politik dan terjadi politisasi terhadapnya. Presiden SBY berharap pengadilan berhasil menguji kebenaran dan mengungkap semua isu serta politisasinya berdasarkan fakta-fata dalam persidangan.

"Pengadilan yang transparan akan membuat semuanya jelas agar publik bisa membedakan apa yang dapat dikonfirmasikan sebagai keterangan, petunjuk, bukti atau sekedar bualan untuk menjauhkan kebenaran dari jangkauan hukum," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, melalui telepon, Sabtu (12/10/2013).

Presiden SBY mendorong agar semua instrumen supermasi hukum berfungsi otimal menghasilkan kebenaran dan keadilan. Namun agar dapat menguji kebenaran keterangan dan mengungkap fakta-fakta tersebut, pengadilan harus dijaga tetap bebas dari pengaruh politik mana pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka sangat penting menjaga wibawa dan kehormatan pengadilan. Pengadilan harus menjadi tumpuan utama kita agar sendi sendi kehidupan bersama dalam masayarakat dan negara dapat ditegakkan.

"Biarlah hukum yang berbicara, bukan politik. Biarlah para hakim yang memutuskan berdasarkan bukti otentik. Biarlah pengadilan kita berdiri tegak di atas bukti yang solid, bukan oleh opini yang menyesatkan dan menutupi peristiwa yang sesungguhnya," sambung guru besar Universitas Airlangga ini.

(ega/lh)


Berita Terkait