"Pengadilan yang transparan akan membuat semuanya jelas agar publik bisa membedakan apa yang dapat dikonfirmasikan sebagai keterangan, petunjuk, bukti atau sekedar bualan untuk menjauhkan kebenaran dari jangkauan hukum," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, melalui telepon, Sabtu (12/10/2013).
Presiden SBY mendorong agar semua instrumen supermasi hukum berfungsi otimal menghasilkan kebenaran dan keadilan. Namun agar dapat menguji kebenaran keterangan dan mengungkap fakta-fakta tersebut, pengadilan harus dijaga tetap bebas dari pengaruh politik mana pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarlah hukum yang berbicara, bukan politik. Biarlah para hakim yang memutuskan berdasarkan bukti otentik. Biarlah pengadilan kita berdiri tegak di atas bukti yang solid, bukan oleh opini yang menyesatkan dan menutupi peristiwa yang sesungguhnya," sambung guru besar Universitas Airlangga ini.
(ega/lh)











































