Memang benar Banten sering diidentikkan dengan santet, susuk, debus dan lainnya. Namun keluarga besar Ratu Atut Chosiyah tidak pernah berusuran dengan itu semua terlibih untuk keperluan karier politik mereka.
"Untuk penanganan Pilkada saja mereka menggunakan manajemen marketing modern. Lalu mereka kepala daerah pertama di Banten yang menggunakan riset, sangat rasional," ujar Fitron usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga enggan menanggapi hal ini. "Karena itu tidak penting. Ada yang harus kita fokuskan," katanya.
"Keluarga Ibu Atut tidak mengenal hal-hal seperti itu. Dan hal-hal seperti itu sudah mulai ditinggalkan masyarakat Banten. Hal-hal yang bersifat mistik, mungkin ada ceritanya, tapi saya belum pernah lihat faktanya soal santet dan sebagainya," tambahnya.
(jor/lh)










































