"Yang penting, jamaah tidak tertipu oleh broker (calo) dan jamaah juga bisa memilih akan didistribusikan ke mana daging tersebut," kata Dirjen PHU Anggito Abimanyu saat berkunjung ke Cow and Camel Slaughter House, Makkah, Jumat (11/10/2013).
Dengan kerjasama ini, dia berharap jamaah haji Indonesia dapat membeli hewan dam dan kurban di tempat resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggito mengaku tengah menjajaki peluang-peluang untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) bersama pemerintah Arab Saudi.
"Saya pelajari dari segi hukumnya dulu," kata Anggito.
Jumlah uang Dam dan kurban jamaah haji Indonesia Rp 240 miliar per tahun. Dana tersebut dikelola oleh pemerintah Arab Saudi.
(aan/dha)










































