Pemerintah Harus Minta Bantuan Unesco Selamatkan Trowulan

Pemerintah Harus Minta Bantuan Unesco Selamatkan Trowulan

- detikNews
Jumat, 11 Okt 2013 17:42 WIB
Pemerintah Harus Minta Bantuan Unesco Selamatkan Trowulan
Peninggalan Trowulan (Tamam/ detikcom)
Jakarta - Salah satu organisasi pusaka dunia atau World Monuments Fund menyatakan status situs Trowulan diambang kehancuran. Pemerintah diminta memperhatikan serius ancaman terhadap situs peninggalan kerajaan Majapahit ini.

Situs Trowulan tidak seperti Candi Borobudur yang sudah diakui Unesco sebagai warisa budaya dunia. Namun Unesco berharap Indonesia menanggapi serius masalah-masalah yang mengancam kepunahan benda-benda bersejarah Majapahit itu.

"Kalau Unesco itu akan mengedepankan situs yang jadi situs warisan dunia, benda maupun tak benda, budaya, atau pun alam tergantung pemerintah Indonesia yang meminta," kata Pimpinan Eksekutif Komisi Nasional untuk Unesco Prof Arief Rachman di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl Jend Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arief, jika pemerintah Indonesia benar-benar peduli dengan keberadaan sejarah kerajaan Majapahit, maka Unesco akan turun tangan. Beragam bantuan akan diberikan Unesco.

"Ya harusnya minta situs Trowulan jadi warisan budaya dunia, kalau mau. Sebab kalau diakui Unesco, maka Unesco akan melakukan asistensi, advokasi, dan bantuan ahli bagaimana menjaga situs itu. Tergantung pemerintah Republik Indonesia. Kalau tidak minta ya Unesco tahu apa?" ujar pria kelahiran Malang itu.

Situs Trowulan bisa menjadi warisan budaya dunia karena kejayaan kerajaan Majapahit di abad ke 17. Trowulan sebagai pusat pemerintahannya memiliki luas 112 kilometer persegi yang terdiri dari istana dan kompleks tata kota.

"Nanti dalam pengakuan itu ada 4 program yang harus dilaksanakan oleh pemohon. Yaitu program perlindungan, pelestarian, promosi, dan pembangunan," ujar Arief.

"Kalau 4 program ini sudah ada, artinya rencananya sudah jelas. Unesco akan memperhatikan dan mengawasi, nanti kalau program itu sudah dilakukan dengan baik, umpamanya banyak yang dicuri maka Unesco akan meletakan status dalam kondisi kehancuran," ujar pria berusia 71 tahun ini menambahkan.

Situs Trowulan adalah satu-satunya bukti kejayaan Majapahit sebagai pusat pemerintahan kerajaan yang hendak menyatukan nusantara. Istana dan kompleks tata kota seluas 112 kilometer persegi terkubur di bawah pabrik, sawah, dan 66 desa.

Setiap struktur bangunan dan arca yang ditemukan tak pernah utuh, dalam keadaan rusak. Kerusakan ini diperparah oleh pembangunan pabrik baja yang hanya berjarak 500 meter dari titik situs. Belum lagi adanya makelar yang menjual arca atau tembikar di pasar gelap.

(vid/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads