"Bisa jadi mereka merubah pasarnya ke Jawa Timur karena daerah Jakarta sudah tidak ada konsumennya," ujar Kabag Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto usai pemusnahan barang bukti narkoba di halaman parkir belakang gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (11/10/2013).
Sumirat mengatakan, dugaan tersebut dilihat dari tertangkapnya trio pengedar narkoba asal Jawa Timur. Bahkan di Mojokerto ditemukan pabrik sabu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang hampir menyamai ibukota Jakarta, menjadi lokasi strategis bagi sindikat narkoba internasional.
"Dari provinsi ini, narkoba dapat diedarkan ke beberapa daerah lain. Jawa Timur ini kan dekat dengan tempat-tempat wisata di Bali dan Lombok. Jadi memang tempatnya cukup strategis," ungkapnya.
(rmd/lh)











































