Budaya blusukan kini tak hanya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Para lurah hasil lelang jabatan yang belum enam bulan dilantik kini juga rajin menyambangi warga. Setiap Sabtu dan Minggu misalnya, mereka sering terlibat acara kerja bakti dengan warga.
Di hari biasa pun tak jarang mereka blusukan ke kampung-kampung. Lurah Pejaten Timur Grace Tiaramudi (50 tahun) dan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli (43 tahun) adalah dua di antaranya yang suka blusukan.
Pernah suatu hari seorang warga mengadu soal sampah ke Lurah Grace. Dia diam-diam naik motor ke kampung-kampung mengecek kebenaran laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan untuk pembersihan di bantaran kali Ciliwung, Grace juga turun tangan sendiri. Hasil blusukan dan informasi yang ia terima langsung disampaikan dalam rapat evaluasi yang digelar rutin setiap minggu dan bulan.
Blusukan Lurah Grace tak sia-sia. Setelah puluhan sampah menumpuk di kali Ciliwung bisa diselesaikan hanya dalam tiga bulan Lurah Grace menjabat.
“Itu sudah puluhan tahun, kalau dilihat tumpukan sampah di sana (Ciliwung) sudah kayak jurang saking tingginya. Beberapa lurah sebelumnya sudah membahas itu, tapi baru pas beliau ini bisa diatasi,” kata Leo.
Kebiasaan blusukan juga dilakukan Lurah Susan Jasmine. Setiap akhir pekan lurah berparas ayu itu kerja bakti bersama warga. Di hari biasa tak jarang dia juga terjun langsung memantau permasalah warga.
Rabu (2/10) pekan lalu misalnya, dia memantau persiapan menjelang lomba Adipura. Di tengah teriknya udara Jakarta dia mengunjungi dua sekolah yaitu SMA 38 dan SMP 98 Jakarta.
Hampir dua jam, Susan mengelilingi area taman dan kebun sekolah SMA 38 yang bakal jadi salah satu titik acuan piala Adipura wilayah Jakarta Selatan. Meski belum makan siang, ia terlihat tetap semangat dan tidak mengeluh meladeni staf pengajar sekolah yang mengajaknya keliling sekolah.
Wakil Kepala Sekolah SMA 38 Bidang Kehumasan, Markorijasti, kedatangan Susan Jasmine adalah sebuah kejutan. Sebelumnya, tidak ada lurah yang berkunjung ke sekolah unggulan itu meski menjelang persiapan Piala Adipura.
“Kami jadi lebih semangat kalau dikunjungin langsung. Sebelumnya lurah enggak ada yang ke sini lo ya. Baru kali ini saja,” kata Markorijasti.










































