Kendati sudah menangkap 2 eksekutor Holly berinisial S dan AL, namun pihak kepolisian belum juga mengungkapkan apa motif di balik pembunuhan sadis itu.
"Motif masih kita gali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui motif pembunuhan tersebut, namun ada dugaan, para eksekutor itu mendapat perintah dari seseorang untuk melenyapkan Holly.
"Yang jelas mereka ini melakukan perencanaan untuk melakukan pembunuhan itu diduga atas suruhan seseorang," kata Rikwanto.
Sebelumnya, Rikwanto mengatakan pihaknya akan memeriksa seseorang berinisial G terkait dugaan tersebut. Namun, Rikwanto tidak menjawab apakah G yang dimaksud adalah Gatot Supiartono, pejabat esolon I BPK yang dikabarkan adalah suami Holly, atau bukan.
Rikwanto hanya mengatakan bahwa pemeriksaan G dilakukan untuk mengkonfirmasi soal foto G dan Holly yang ada di TKP. Salah satunya adalah foto yang tersebar ke sejumlah media yang kemudian diketahui bahwa pria itu adalah Gatot.
"Foto itu akan kita konfirmasikan ke yang bersangkutan," kata dia.
Pemeriksaan G juga dilakukan untuk mengkonfirmasi keterangan keluarga Holly yang menyatakan bahwa G adalah suami Hollyu.
Selanjutnya, saat ditanya berapa uang yang dikeluarkan G atas dugaan perintahnya untuk membunuh Holly, Rikwanto mengatakan, "tielum bisa kita sampaikan, kita konfirmasikan ke G saat pemeriksan," tukasnya.
Gatot sempat dikabarkan sebagai suami Holly. Namun belakangan polisi tak menemukan akta nikah keduanya.
Kini, keberadaan Gatot masih misterius. Auditor utama BPK itu tak bisa ditemui di kantornya. Polisi sudah mengirim surat pencegahan ke luar negeri atas namanya.
(mei/mad)











































