Hari Rabu (9/10) sore menjadi hari terakhir Murni, pembantu rumah tangga keluarga Sugeng Wiyono untuk mengajak jalan-jalan dua anak majikannya. Hal itu karena hari Kamis (10/10) kemarin, peristiwa keji terjadi di hadapan Murni. Dua anak majikannya dibantai sampai tewas dan dia sendiri juga dilukai hingga kritis.
Salah satu tetangga, Indarsih, mengatakan Murni merupakan sosok yang baik dan sangat menyayangi dua balita yang menjadi korban yaitu Kanaya Nadin Aulia Zahrani Wiyono (2,5) dan Keanu Rifky Antosena Wiyono (1). Setiap sore, Murni selalu mengajak Nadin dan Rifky jalan-jalan atau setidaknya mampir ke rumah tetangga.
"Baik orangnya setiap sore jalan-jalan. Makanya tadi tetangga ada yang sempat tanya kok Murni sore ini tidak kelihatan," kata Indarsih di lokasi kejadian, jalan Mulawarman RT 01 RW 01, Tembalang Semarang, Kamis (10/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murni bekerja hampir tiga tahun di keluarga Sugeng sejak tinggal di kawasan Mulawarman. Ia datang dari Klaten setelah mendengar keluarga Sugeng sedang cari pembantu.
"Sejak Nadin lahir, Murni sudah bekerja di sini. Sudah dianggap saudara," kta adik Eny, Widiarto Adi Nugroho (36).
Murni ditemukan oleh Eny dalam keadaan kritis di kamar depan rumah Sugeng sekitar pukul 16.30 WIB. Di dekatnya tubuh mungil Nadin dan Rifky tidak bernyawa dan bersimbah darah.
Menurut keterangan tetangga, sehari sebelum kejadian, pria yang diduga pacar murni mendatangi rumah. Namun belum diketahui apakah pria tersebut terkait dengan pembantaian sadis itu.
"Kemarin (Rabu) pacarnya mbak Murni ke sini," kata salah seorang tetangga, Yuliantari (45).
Hingga saat ini kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sementara itu jenasah korban ditempatkan di kamar mayat Dr. Kariadi sedangkan murni yang selamat dari pembantaian masih kritis dan dirawat di IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang.
(alg/ahy)











































