"Setelah melalui proses seleksi yang ketat, dari 248 nominasi dan lebih dari 130 negara, Trowulan dinyatakan oleh World Monuments Fund (WMF) sebagai World Endangered Site atau situs pusaka yang terancam kehancurannya," ujar Dorodjatun Kuntjoro Yakti, Dewan Penyantun Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) lewat siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (10/10/2013).
Yakti mengatakan, dengan ditetapkan status tersebut diharapkan perhatian khalayak internasional dalam bentuk advokasi pelestarian pusaka akan diberikan kepada Trowulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak dilaksanakannya Temu Pusaka Indonesia 2012, BPPI Indonesian Heritage Trust secara konsisten terus melakukan upaya pelestarian di kawasan yang merupakan ibukota kerajaan Majapahit ini," kata Yakti.
Selain itu, lanjut Yakti, pihaknya terus melakukan penguatan jaringan dengan para pemangku pelestarian pusaka agar mendorong penolakan pendirian pabrik baja di kawasan tersebut.
"Setelah BPPI mempresentasikan kawasan pusaka Trowulan dalam the 15th International Conference of National Trusts di Uganda-Afrika Timur, maka telah terkumpul hampir 10.000 dukungan dalam bentuk tandatangan," jelasnya.
Karena itu, dukungan internasional terus mengalir. "Dengan demikian perhatian khalayak internasional dalam bentuk advokasi pelestarian pusaka akan diberikan kepada Trowulan," kata Yakti.
(jor/mnb)










































