Bunda Putri Tahu Soal Reshuffle Kabinet, SBY: 2000 Persen Bohong!

Bunda Putri Tahu Soal Reshuffle Kabinet, SBY: 2000 Persen Bohong!

Mega Putra Ratya - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 22:15 WIB
Bunda Putri Tahu Soal Reshuffle Kabinet, SBY: 2000 Persen Bohong!
Jakarta -

Dalam sidang kasus suap impor daging sapi dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq terungkap percakapan yang menyebut Bunda Putri tahu soal reshufle kabinet. Presiden SBY membantah tegas hal tersebut.

"Bunda Putri tahu kebijakan reshufle? 2000 persen bohong," tegas SBY dengan nada tinggi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/10/2013).

SBY baru tiba dari Brunei Darusaalam menghadiri East Asia Summit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menegaskan bahwa dalam pembahasan reshufle kabinet, dirinya hanya berkomunikasi dengan Wapres Boediono atau menteri kordinator terkait. Bahkan sang Istri, Ibu Ani pun tak diajak bicara.

"Kalau ada resufle istri saya saja engga tahu, menteri tak tahu, saya hanya ajak wapres, tidak ada satupun yang saya ajak bicara resufle, tidak, kalau ada kata-kata itu, 1000 persen bohong," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan perkara korupsi daging impor dengan terdakwa eks Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq mengaitkan Bunda Putri dengan Presiden SBY.

Awalnya, Luthfi menjelaskan soal kedatangannya ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah. Dia mengaku hendak mengklarifikasi soal kabar reshuffle kabinet, sebab Putri tahu banyak soal itu sebagai orang dekat presiden.

"Setahu saya bunda ini dekat dengan Presiden SBY, dia tahu soal reshuffle, saya kawatir ada reshuffle, jadi saya perlu verifikasi ke dia, bener nggak ada reshuffle," kata Luthfi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (10/10/2013).

Namun saat ditanya lebih jauh soal sosok Bunda Putri, Luthfi lebih banyak tidak tahu. Termasuk saat dicecar soal nama lengkap dan latar belakangnya. Alhasil, Hakim Nawawi Pomolango mempertanyakan kesaksian ini.

"Anda tidak rasional, anda kenal Bunda Putri tapi tidak tahu siapa nama lengkapnya," kata Nawawi.

"Jangan jadikan sidang ini sebagai forum menjatuhkan," pinta Nawawi.

(ega/ahy)


Berita Terkait