Petugas TETA Siap Tandu Jamaah Haji Sakit di Armina

Laporan dari Arab Saudi

Petugas TETA Siap Tandu Jamaah Haji Sakit di Armina

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 19:35 WIB
Petugas TETA Siap Tandu Jamaah Haji Sakit di Armina
Petugas TETA (Aan/ detikcom)
Makkah -

Dengan modal kekuatan fisik, 20 orang petugas tenaga evakuasi tanpa alat (TETA) siap membantu jamaah haji yang jatuh sakit selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Tandu dan kursi roda jadi alat bantu tugas mereka.

"Petugas TETA menjadi salah satu pelayanan kesehatan selama di Armina. Keberadaan TETA, orang yang membantu membawa orang sakit ke pos kesehatan terdekat sangat penting," kata Ketua tim pengawas pengendalian Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat peluncuran petugas TETA di kantor BPHI Daker Makkah, Kamis (10/10/2013).

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, DR Fidiansjah, menjelaskan 20 orang petugas TETA yang direkrut ini mampu menguasai medan, memiliki keterampilan dan tenaga memberikan pertolongan bagi jamaah haji yang sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita rekrut dan mereka telah memiliki pengalaman, mampu beradaptasi cuaca panas dan suhu ektrim walau hanya 5 hari bekerja," ujar Fidiansjah.

Menurut dia, keberadaan petugas TETA di Armina telah memasuki tahun ketiga. Musim haji tahun 2013, kekuatannya ditambah dari 10 orang menjadi 20 petugas.

"Semuanya petugas laki-laki, tidak ada TETI (petugas perempuan)," kata dia.

Kasi Kesehatan BPHI Daker Makkah, dr Subagyo, menambahkan petugas TETA akan terkonsentrasi di tempat-tempat yang dekat dengan Maktab di Arafah dan Mina.

Menurut dia, petugas tersebut akan dibekali alat komunikasi, tandu dan kursi roda untuk memperlancar tugas pelayanan kesehatan bagi para Tamu Allah. Mereka juga telah menguasai SOP pertolongan pertama untuk pengobatan jamaah haji yang sakit.

"Kursi roda itu digunakan untuk membantu jamaah haji yang sakit dan ada di wilayah yang steril (dari sarana transportasi)," kata Subagyo.

Seorang petugas TETA, Hanif Marzuki, menceritakan dirinya telah 2 kali menjadi petugas TETA.

"Saya bersyukur bisa bergabung lagi. Modalnya ya tenaga, tahun lalu saya membantu jamaah sakit dengan mendorong kursi roda mereka menuju pos kesehatan terdekat. Kalau tandu, saya belum pernah memakainya," kata Hanif yang mengenakan topi, dan rompi warna hijau bertuliskan TETA ini.

(aan/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini