Siasati Macet Selama Pembangunan MRT, Dishub DKI Siapkan Manajemen Lalin

Siasati Macet Selama Pembangunan MRT, Dishub DKI Siapkan Manajemen Lalin

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 17:39 WIB
Siasati Macet Selama Pembangunan MRT, Dishub DKI Siapkan Manajemen Lalin
Pembangunan MRT dimulai.
Jakarta - Imbas dari pelaksanaan proyek pembangunan fisik stasiun MRT di Jakarta akan menyebabkan kemacetan. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI telah menyiapkan traffic management buring contraction (TMBC) selama masa pembangunan proyek transportasi tersebut berlangsung.

Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, jumlah lajur selama pembangunan MRT akan tetap dipertahankan. Selain itu lajur akan dilebarkan sehingga kemacetan yang terjadi tidak semakin parah.

"Jadi kita telah menyiapkan TMBC, itu pengaturan lalu lintas selama kontruksi. Sebagai contoh kalau di daerah kerja, pembuatan stasiun pasti akan ada penyempitan jalan tapi jangan khawatir karena penyempitan jalan akan dikonversikan dengan pelebaran jalan, jadi lebar dipertahankan jadi tidak ada, yang berkurang jumlah lajurnya," kata Pristono di lokasi peresmian pembangunan MRT di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pekerjaan akan lebih diintensifkan pada malam hari. Ini untuk meminimalisir kemacetan di sekitar lokasi pengerjaan.

"Kalau kontraktor sedang melakukan loading dan unloading, dilakukannya pada malam hari pada pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB. Jadi pada pagi hari sudah bisa dilewati," ujarnya.

Tak hanya itu, Dishub DKI juga menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan yang melintasi lokasi proyek.

"Misalnya sedang ada pekerjaan di Jalan Fatmawati, maka arus lalu lintas diarahkan ke jalan yang pararel, seperti Jalan Antasari dan Jalan Kemang. Kemudian di Jalan Sisingamangaraja, jalan pararelnya yakni Jalan Tendean, Jalan Kuningan dan Jalan Asia Afrika," terang Pristono.

"Dibutuhkan pengertian dari masyarakat, supaya masyarakat jangan melewati jalan-jalan yang padat tadi. Gunakanlah jalan alternatif," tambahnya.

Dishub DKI juga akan melakukan sosialisasi terkait pembangunan ini. Supaya warga punya bayangan untuk melewati jalur.

"Sosialisasinya secara hardware dan software. Kalau hardware itu dengan rambu lalu lintas, spanduk, papan pengumuman, dan mobil elektronik. Kalau sofwarenya melalui media seperti ini, melalui website. Terus disosialisasikan karena kan pembangunan ini bertahap tidak serentak dikerjakan," katanya.

(jor/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini