2 Hari Jelang Penetapan DPT, 10 Juta Data Pemilih Masih Bermasalah

2 Hari Jelang Penetapan DPT, 10 Juta Data Pemilih Masih Bermasalah

M Iqbal - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 17:30 WIB
2 Hari Jelang Penetapan DPT, 10 Juta Data Pemilih Masih Bermasalah
Jakarta - Setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimundurkan selama 1 bulan, KPU kembali akan menetapkan DPT di tingkat kabupaten kota se-Indonesia pada 13 Oktober. Ternyata masih ada 10 juta data pemilih yang belum terverifikasi.

Data itu berasal dari hasil penyandingan data yang dimiliki KPU dengan Kemendagri. Penyandingan dilakukan setelah ditemukan jutaan data pemilih bermasalah yang menyebabkan penetapan DPT diundur 1 bulan.

Sumber penyandingan data KPU adalah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Kemendagri Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil penyandingan awal pada 24 September, data yang tidak dapat dilakukan penyandingan oleh tim KPU dan Kemendagri berjumlah 20,3 juta. Hingga 4 Oktober ada 10.952.710 juta yang belum terverifikasi.

"Data yang tidak memenuhi syarat dalam artian ada kolom tidak lengkap antara NIK, tanggal lahir, jenis kelamin, atau alamat sebesar 10.952.710," kata ketua KPU Husni Kamil Manik.

Hal itu disampaikan dalam rapat KPU, Kemendagri, Bawaslu, Kemlu, Lemsaneg dengan komisi II di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Menurut Husni, dari 20,3 juta data pemilih yang tidak bisa disandingkan, ada 9.376.937 yang telah memenuhi syarat alias berhasil diverifikasi.

"Hasil analisa dari 20,3 juta tersebut sebanyak 9.376.937 diantaranya memenuhi syarat sebagai pemilih dalam artian memiliki NIK, nama, tanggal lahir, jenis kelami dan alamat," tuturnya.

Data itu hingga saat ini masih terus dilakukan perbaikan oleh KPU dengan memproses data yang masih bermasalah melalui KPU di tingkat Kabupaten Kota.

"Data yang dihasilkan (penyandingan-red), akan digunakan untuk memperbaiki data yang tidak lengkap yang berada pada aplikasi Sidalih (Sistem Daftar Pemilih)," ucap Husni.

(bal/ega)


Berita Terkait