KPU Segera Selesaikan 1,7 Juta Data Pemilih yang Bermasalah

KPU Segera Selesaikan 1,7 Juta Data Pemilih yang Bermasalah

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 13:55 WIB
KPU Segera Selesaikan 1,7 Juta Data Pemilih yang Bermasalah
Jakarta - Bawaslu menemukan masalah di 1,7 juta data calon pemilih Pemilu 2014. Terhadap temuan tersebut, ketua KPU Husni Kamil Manik memastikan data-data bermasalah bisa ditangani sebelum jadwal penetapan Daftar Pemilih Tetap.

"Sekarang unitnya masih DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan), ya bisa selesai," kata ketua KPU Husni Kamil Manik di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (10/10/2013)

Menurut Husni, KPU tak memungkiri ada data pemilih yang masih bermasalah jelang penetapan 13 Oktober, namun ia menyatakan temuan masalah bisa diselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah ada 178 juta (daftar pemilih fiks), data itu bisa dicek di website KPU," lanjut mantan ketua KPU Sumbar itu.

Sebanyak 1,7 juta data ditemukan oleh Bawaslu bermasalah dari 137 pemilih dalam DPSHP. Data tidak akurat itu ada ditemukan di 68 kabupaten/kota.

"Pasca penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) hingga 9 Oktober 2013 menjelang penetapan DPT, Bawaslu menemukan 1.765.234 data pemilih yang tidak akurat dari total 173.685.213 pemilih berdasarkan DPSHP," kata anggota Bawaslu Daniel Zuchron di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).

Bawaslu menilai akurasi DPSHP yang telah ditetapkan KPU harus dipertanyakan. "Terjadi ketidakwajaran proporsi jumlah pemilih dengan jumlah penduduk sebagai indikator potensi adanya pemilih yang tidak terdaftar dan pemilih fiktif," ujar Daniel.

(vid/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini