Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan fisik stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat.Setelah lebih dari dua dekade direncanakan, proyek moda transportasi massal ini akhirnya dibangun.
"Sudah 24 tahun warga Jakarta mimpi ingin punya MRT. Mungkin sudah banyak yang mimpinya hilang, karena tidak dimulai-mulai. Alhamdulillah hari ini akan dimulai groundbreaking fisik pembangunan MRT. Selesainya nanti 2018," ujar Jokowi saat groundbreaking MRT di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013). Lokasi groundbreaking terletak di taman yang ada di seberang restoran Sizzler.
Dirut PT MRT Jakarta, Dono Boestami, mengatakan, dengan groundbreaking hari ini, maka proyek pengerjaan fisik MRT resmi dimulai. Untuk di Dukuh Atas akan dibangun stasiun bawah tanah. Saat ini akan dilakukan pekerjaan memperkuat dinding tanah sehingga pada saat penggalian nanti jalan di atasnya tidak longsor atau bergeser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan berharap MRT dapat mengurangi kemacetan di Jakarta karena masyarakat mempunyai pilihan angkutan massal yang nyaman dan aman.
Dijelaskannya, megaproyek ini dibiayai oleh APBN dan APBD melalui pinjaman lunak dari Japan International Coorporation Agency (JICA). Anggaran yang dibutuhkan sebesar 140 miliar yen. Pinjaman dari JICA sebesar 125 yen, sementara sisanya atau sebesar 15 miliar yen menggunakan APBD DKI.
"Pinjaman yang diberikan sebesar 125 miliar yen. Yang akan kita kembalikan dengan bunga lunak selama 40 tahun. Namun Pemprov DKI, bukan tidak punya andil dalam pembangunan. Karena biaya pembangunan mencapai 140 miliar yen. Sementara 15 miliar yen ditanggung oleh DKI. Digunakan untuk pembebasan tanah, dan bayar pajak. Kita harapkan berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua," jelasnya.
(jor/lh)










































