Jelang Lebaran
Stok Sembako di DIY Cukup
Senin, 08 Nov 2004 23:28 WIB
Yogyakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri stok sembako di Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai cukup. Meski terjadi kenaikan harga tetapi naiknya harga sembako saat ini masih dalam batas yang wajar.Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan SyahbenolHasibuan kepada wartawan seusai rapat di kompleks gubernur DIY Kepatihan, Jl Malioboro, Yogyakarta, Senin (8/11/2004)."Semua stok pangan mencukupi untuk lebaran hingga akhir tahun 2004 ini. Stok beras saat ini ada 24 ribu ton, sedangkan kebutuhan seluruh DIY hanya separuhnya," kata Syahenol.Demikian pula dengan sembako lainnya seperti minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, ayam potong juga mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hari raya lebaran. Stok gula pasir di DIY sekitar lima ribu ton, sedangkan kebutuhan hanya berkisar tiga ribu ton."Untuk harga gula pasir memang ada kenaikan sekitar Rp 100 - 200/kg ditingkat eceran maupun agen. Di tingkat agen harga gula lokal Rp 4 ribu/kg sedangkan di tingkat eceran harganya Rp 4.200/kg," katanya.Untuk tepung terigu dan minyak goreng, meski permintaan mengalami kenaikan, stok kedua bahan pokok itu juga masih mencukupi. Untuk minyak goreng jenis curah kebutuhannya kurang dari 59 ribu ton. Namun hingga lebaran nanti stoknya akan ditambah hingga 72 ribu ton."Untuk tepung terigu ditingkat distributor sekitar 247,2 ton. Sedangkan kebutuhannya hanya 225 ton dan akan ditambah lagi persediaan menjadi dua kali lipat. Jadi jangan khawatir, pada hari lebaran nanti silahkan semua ibu-ibu bisa membuat roti," katanya.Sementara itu untuk ayam potong kebutuhan di DIY hanya 1.382 ton, sedangkan stok yang tersedia mencapai 3.750 ton. Kelebihan tersebut biasanya dilempar untuk memenuhi kebutuhan di lain daerah di Jawa Tengah dan Jakarta.Syahbenol menambahkan sejak awal puasa hingga hari ini pihaknya melalui dinas perindustrian dan perdagangan di kabupaten dan kota telah melakukan pemantauan harga-harga sembako baik yang ada pasar tradisional dan supermarket."Dari pemantauan disejumlah supermarket tidak banyak lagi dijumpai parcel kadaluwarsa ataupun makanan tanpa merek. Kalaupun ada makanan tanpa merek itu kecil sekali jumlahnya terutama produk makanan dari indsutri rumah tangga," katanya.
(gtp/)











































