Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 1,7 data pemilih yang tidak akurat dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Untuk klarifikasi, segera diadakan audit terhadap data yang tersebar di 68 kabupaten/kota itu.
"Jajaran pengawas pemilu pada berbagai tingkatan sedang melakukan audit DPT yang telah ditetapkan KPU untuk memeriksa akurasinya," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Daniel Zuchron di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).
Audit ini diharapkan bisa meminimalisir kecurangan dalam pemilu 2014 nanti atau pilkada di kabupaten/kota. Terutama suara pemilih fiktif yang datanya tidak mencantumkan tanggal lahir atau ternyata sudah meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Daniel menyebutkan 1,7 juta DPT tak wajar ini karena akurasinya meragukan. DPT ini diragukan karena adanya NIK kosong, meninggal dunia, tanpa tanggal lahir, umur kosong, dan pemilih ganda.
(vid/lh)










































