Soleh (35), warga Gang Garuda, Kampung Kebonharjo RT5 RW 6, Semarang, tewas ditembak orang tidak dikenal. Istri korban, Lita Herminsah (33), terus menangis dan histeris.
"Kamu kok kasihan, Pak. Kemarin aku masih lihat kamu senyum-senyum," kata Lita histeris sebelum akhirnya diangkat tetangganya masuk ke dalam rumah, Kamis (10/10/2013).
Soleh meninggalkan satu istri dan tiga anak yang masih kecil. Mertuanya, Supadi, mengatakan Soleh beberapa hari terakhir ini berpesan kepada tiga anaknya agar sering mengaji. Tidak disangka, itulah permintaan terakhir Soleh kepada darah dagingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban dikenal keluarga sebagai orang yang berani dan bertanggung jawab pada pekerjaannya. Supadi menambahkan, sekitar dua minggu lalu, Soleh yang bekerja sebagai keamanan proyek rel ganda memergoki pencurian rel dan mengejar pelaku hingga terlibat perkelahian.
"Cuma anak saya (korban) yang berani mengejar pelaku pencuriannya. Sejak saat itu rumah seperti diteror," pungkasnya.
Bentuk teror yang dirasakan keluarga adalah seringnya orang yang mondar-mandir di depan rumah Soleh dan melihat-lihat bagian luar rumah kemudian pergi. Bahkan hari Rabu (9/10) siang sempat terlihat pria bermotor mondar-mandir sekitar empat kali di depan rumahnya.
Penembakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis (10/10). Saat itu, korban berkumpul dengan 5 rekannya sesama petugas keamanan rel ganda di depan rumahnya. Setelah rekan-rekannya pulang, korban dihampiri pria berhelm dan ditembak dua kali. Salah satu peluru mengenai punggung kanan korban hingga menembus paru-paru, sedangkan satu peluru lainnya menembus kaca rumah hingga membentur tembok ruangan bagian dalam.
Korban sempat berlari menuju depan rumah dan terkapar hingga tetangga menghampirinya. Namun korban tewas dan dibawa ke RS Kariadi Semarang. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan recloset (sejenis proyektil). Dari hasil olah TKP diketahui korban ditembak dengan jarak 2,5 meter.
Kapolda Jateng Irjen Dwi Priyatno dan Kapolrestabes Semarang Kombes Djihratono meninjau lokasi dan meminta keterangan pihak keluarga dan tetangga. Dugaan sementara pelaku sudah mengincar korban dan pada saat kejadian pelaku sempat mondar-mandir di depan gang.
"Kami masih meminta keterangan saksi-saksi. Pelaku memarkir motornya dan berjalan sekitar 20 meter. Ada dua kali tembakan," jelas Dwi.
"Jenis senjata api masih belum diketahui," kata Djihartono.
Saat ini, jenazah masih berada di RS Kariadi Semarang dan rencananya akan dimakamkan pukul 14.00 di TPU Tenggang.
(trw/nal)










































