"Dia tidak ngomong orang MK, tapi dia bilang bisa mengakses dalam proses pemenangan. Saya anggap ini orang cuma bullshit, cuma makelar. Saya sangat percaya sama MK. Saya pikir orang ini mau nipu gua," jawab Ketua Tim Sukses Rieke-Teten, TB Hasanuddin, kepada detikcom, Kamis (10/10/2013).
Orang yang dianggap makelar adalah orang yang sempat menawarkan bantuan penanganan sengketa Pilkada di MK. Orang tersebut sempat bicara mau memberi masukan ke Tim Rieke. "Lalu kita ketemu di Central Park, Jakarta Barat," kata TB Hasanuddin, Rabu kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas ketemu, setengah jam pertama dia cerita kalau MK itu susah ditembus. Saya pikirlah ya baguslah. Seperempat jam kemudian baru dia bilang bisa mengakses dan menfasilitasi gugatan itu," tutur Wakil Ketua Komisi I DPR ini.
Tubagus mulai curiga. Apalagi kemudian orang itu mulai bicara angka. Angka sepuluh disebut, kalau itu maknanya Rp 10 miliar maka itu setengah dari jumlah yang langsung ditawarkan oknum tertentu ke Rieke.
"Dia bilang kalau untuk perang ya butuh senjata. Saya menafsirkan duit. Saya bilang uang dari mana, calonnya juga nggak punya uang. Dia bilang masa barang sepuluh aja nggak punya. Saya nggak tahu maksud dia sepuluh apa, sepuluh juta apa sepuluh perak," ujar Tubagus.
(van/nrl)











































