Holly Angela Ayu ditemukan tewas di apartamen Kalibata City, tower Ebony. Kini misteri kematian perempuan asal Magelang, Jawa Tengah, ini mulai menemukan titik terang.
Awalnya polisi sempat kesulitan mengidentifikasi mayat yang jatuh di Apartemen Kalibata City. Semakin hari, bukti-bukti baru mulai bermunculan mulai dari identitas mayat hingga pelaku lainnya.
Polisi telah menangkap dua pelaku yang diduga sebagai pembunuh Holy. Misteri mayat laki-laki yang disebut sebagai Mr X juga sudah mulai terungkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan dua pelaku pembunuhan Holly? berikut beberapa fakta baru yang dirangkum detikcom, Kamis (10/10/2013):
MR X Bernama Elriski Yudhistira, Bekerja Sebagai Debt Collector
|
|
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, nama Riski terungkap setelah pihak Polsek Pancoran menerima kedatangan 3 orang warga Lampung yang mengaku keluarga Riski. Tiga orang yang datang itu adalah adik kandung, paman dan ipar Riski.
"Sabtu (5/10) malam, 3 orang datang ke Polsek Pancoran dengan membawa sejumlah dokumen dan menyatakan bahwa foto Mr X yang tersebar di media mirip dengan anggota keluarganya," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Guna meyakinkan bahwa Mr X adalah Riski, penyidik mencocokkan dokumen-dokumen yang berisi sidik jari, seperti Kartu Keluarga (KK) ijazah SMA dan foto Riski. Hasil pencocokan dokumen yang dibawa keluarga dengan sidik jari pada jenazah, ternyata identik.
"Diketahui bernama Elriski Yudhistira, kelahiran Karangagung 30 Juni 1979, laki-laki, pekerjaan swasta, alamat Karangagung, Kota Bumi, Lampung," imbuhnya.
Keluarga juga menyebut pekerjaan Elriski sebagai Debt Collector. "Keterangan adiknya, Elriski bekerja sebagai freelance debt collector. Itu pengakuan Elriski kepada adiknya yang bernama Bani Ikhsan," kata Kapolsek Pancoran Kompol I Nengah Adi.
Hubungan Elriski dan Holly yang Masih Tanda Tanya
|
|
"Kita belum bisa menyimpulkan seperti itu," jawab Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Noviana Tursanurrohmad.
Polisi juga belum menemukan fakta soal Elriski bekerja sebagai debt collector. Pasalnya, keluarga yang menyampaikan keterangan bahwa Elriski bekerja sebagai debt collector, tidak pernah mengetahui Elriski bekerja pada perusahaan apa.
Kendati dipastikan Elriski memasuki apartemen Holly, namun belum diketahui maksud dan tujuannya.
"Itu yang belum diketahui (hubungan Elriski dan Holly), termasuk motifnya. Kehadirannya di situ juga itu belum diketahui berkaitan dengan jatuhnya dia," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.
Rikwanto mengatakan, pihaknya masih bekerja keras untuk menyelidiki kasus pelik itu. Polisi menyelidiki hubungan keduanya dengan memeriksa saksi-saksi dari kedua pihak, Holly dan Elriski. "Masih mengamati pihak-pihak dari dua pihak Elriski dan Holly juga tetap kita amati. Apabila nanti ada yang perlu diperiksa, kita akan periksa," imbuh Rikwanto.
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembunuhan Holly
|
|
Rikwanto mengatakan, kedua tersangka saat ini masih diperiksa intensif di Mapolres Jakarta Selatan. "Saya belum tahu lengkapnya," ucap Rikwanto.
Holly ditemukan sekarat di apartemen yang dihuninya beberapa waktu lalu. Di saat yang bersamaan, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Elriski Yudhistira, ditemukan tewas di pelataran tower Ebony apartemen tersebut.
Polisi sebelumnya menduga bahwa Elriski adalah orang yang menganiaya Holly. Pasalnya, pihak kepolisian menemukan jejak sepatu Elriski di tempat tinggal Holly.
Elriski Sebagai Korban atau Bagian Dari Pelaku Pembunuhan?
|
|
Dengan pengungkapan ini, apakah Elriski Yudhistira yang juga ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 9 apartemen juga korban mereka? Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto belum bisa menjelaskan lebih detail. Dia hanya memastikan, dua orang pelaku sudah ditangkap.
"Nanti saya tanyakan ke penyidiknya," kata Rikwanto saat dikonfirmasi, Rabu (9/10/2013).
Dua orang yang ditangkap polisi berinisial S dan A. S ditangkap di Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (8/10) dini hari. keduanya juga disebut mengenal Elriski. "Dua orang itu temannya Riski (Elriski)," ujar Rikwanto.
Rikwanto mengatakan, penyidik sudah memiliki bukti keterlibatan Elriski dalam pembunuhan wanita bernama asli Niken itu. Ini terbukti dari hasil labfor noda darah Holly yang ditemukan di TKP, identik dengan noda darah yang ada pada telapak sepatu Elriski.
"Dibuktikan dengan darah yang ada di lengannya (Elriski) dan di tembok apartemen Holly, serta di jejak sepatu," ujarnya.
Halaman 2 dari 5










































