Siapa Otak di Balik Pembunuhan Holly Angela Ayu?

Siapa Otak di Balik Pembunuhan Holly Angela Ayu?

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 10 Okt 2013 07:15 WIB
Siapa Otak di Balik Pembunuhan Holly Angela Ayu?
Jakarta - Dua orang teman Elriski Yudisthira, ditangkap terkait pembunuhan Holly Angela Ayu, di unit yang dihuninya di lantai 9AT tower Ebony Apartemen Kalibata City. Namun, tertangkapnya dua orang yang diduga suruhan ini memunculkan tanda tanya besar. Siapakah sebenarnya otak di balik semua ini?

Seorang sumber di kepolisian menyebutkan, S dan AL yang ditangkap pada Senin (7/10) dan Selasa (8/10) lalu, adalah orang suruhan yang diminta untuk menghabisi nyawa Holly. Jika benar demikian, lalu siapa orang yang menyuruh kedua pelaku ini?

"Kita masih mendalami kemungkinan tersebut. Ini masih dalam pengembangan penyidikan dan belum bisa kita sampaikan," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/10/2013).

Sumber menyebutkan, seseorang yang menyuruh para eksekutor ini adalah orang yang memili hubungan kedekatan dengan Holly. Mengenai motif, sumber mengatakan bahwa sang aktor intelektual memiliki masalah pribadi dengan Holly.

Sebelumnya, beberapa kerabat dan teman Holly menyebutkan bahwa Holly menikah dengan pejabat seolon I BPK, Gatot Supiartono.

"Suaminya memang namanya Pak Gatot. Belum pernah ke Salatiga (rumah)," kata ayahanda Holly, Sarino saat pemakaman Holly di TPU Kadipiro, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (2/10) lalu.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan soal status perniakahan Holly dan Gatot. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan satu dokumen pun yang menunjukkan bahwa Holly dan Gatot pernah menikah.

"Tidak ada satu dokumen apa pun. Tidak ada dokumen Holly ini dengan siapa," ujar Rikwanto, Rabu (9/10) kemarin.

Kemudian, saat ditanya kemungkinan adanya keterlibatan Gatot dalam pembunuhan Holly ini, Rikwanto mengatakan pihaknya belum bisa menarik kesimpulan. "Nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan dua orang ini (S dan AL)," imbuh Rikwanto.

Sebelumnya, Rikwanto menyampaikan dugaan bahwa pembunuhan ini sudah direncanakan. Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan adanya sebilah besi berukuran panjang 50 cm yang ditemukan di TKP.

"Diduga kuat sudah direncanakan, dengan adanya besi 50 cm di TKP, kejadian ini sudah direncanakan. Dari hasil olah TKP, besi itu dibawa oleh pelaku dari luar," kata Rikwanto.

Banyak hal yang masih misterius di balik kematian Holly ini. Terlebih, Elriski yang belakangan diketahui terlibat dengan S dan AL, menjatuhkan dirinya ke pelataran apartemen dari lantai 9, di mana Holly berada. Rikwanto menduga, jatuhnya Elriski ini di luar dari skenario yang sudah diatur para pelaku.

"Diduga kuat, jatuhnya Elriski ini mengacaukan rencana yang sudah mereka susun," imbuhnya.

Polisi pun nyaris terkecoh dengan adanya peristiwa kematian Elriski yang berbarengan dengan ditemukannya Holly dalam keadaan sekarat. Semula, polisi menduga bahwa Elriski adalah pelaku tunggal.

"Karena hanya ada jejak sepatu Elriski yang ada di kamar Holly," katanya.

Namun, fakta lain berbicara. Keterangan keluarga Elriski yang mencurigai S dan AL yang diperkuat dengan rekaman CCTV apartemen, mengungkap cerita baru. Bahwa pembunuhan Holly dilakukan secara berkelompok oleh Elriski, S dan AL. Rekaman CCTV menunjukkan salah satu di antara S dan AL, ada di apartemen tersebut saat peristiwa penganiayaan Holly terjadi.

Tetapi mengapa hanya ada jejak Elriski di TKP? "Berkaitan dengan jatuhnya Elriski ini sedang didalami. Artinya kedatangan mereka ini ada tujuan dan ada perannya. Perannya apa, ini yang sedang kita dalam," tukasnya.

(mei/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini