Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Taman Margasatwa Ragunan (TMR) bisa menjadi pusat konservasi pelestarian flora dan fauna, edukasi, penelitian dan rekreasi. Pihak pengelola ingin agar kebun binatang tersebut menjadi nomor satu di dunia.
"Peluang menjadi yang terbaik di dunia terbuka lebar. Tapi itu mungkin dicapai apabila tersedia Master Plan yang baik dan berjangka panjang serta tata kelola yang baik dan tekad bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Ketua Dewan Pengawas TMR Hashim Djojohadikusumo dalam keterangan persnya kepada detikcom, Rabu (9/10/2013).
Meski demikian, pihak pengelola TMR tetap tak ingin kebun binatang itu dikelola oleh pihak swasta, dengan tetap memperhatikan masukan dari publik dan pihak berkompeten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TMR juga menerapkan standar pelayanan minimum sebelum mempertimbangkan untuk menaikan harga tiket dan mewujudkan masyarakat ramah satwa dengan memberikan edukasi pendidikan formal, non-formal, informal serta menanamkan kepedulian kepada anak-anak.
"Walau demikian, kita semua selalu harus sadar dan tanggap mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, agar dialog dapat menjadi berhasil guna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama. TMR ini adalah milik publik dan harus dijaga dan dikelola untuk kepentingan publik dan menjadi kebanggan Indonesia," kata Hashim.
Jokowi menargetkan TMR bisa menjadi konservasi pelestarian flora dan fauna, edukasi dan penelitian, serta rekreasi. Untuk mengerjakan ini semua, Jokowi menegaskan pihaknya sama sekali tak menggandeng swasta.
"Saya sudah komitmen saya soal anggaran, wong duit kita banyak, jadi tidak perlu swasta. Tapi, kalau memberikan masukan atau input kepada Ragunan silahkan," kata Jokowi.
(jor/tfq)










































