Agar Terminal Tak Lagi 'Horor', Pemerintah Perlu Libatkan Swasta

Agar Terminal Tak Lagi 'Horor', Pemerintah Perlu Libatkan Swasta

- detikNews
Rabu, 09 Okt 2013 21:55 WIB
Agar Terminal Tak Lagi Horor, Pemerintah Perlu Libatkan Swasta
Jakarta - Kondisi terminal bus di Ibu Kota dan kebanyakan di kota-kota lain di Indonesia sungguh memprihatinkan. Ide untuk melibatkan pihak swasta pun bergulir. Swastanisasi terminal dianggap lumrah di belahan dunia manapun.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Eka Sari Lorena menganggap sah-sah saja pihak swasta ikut campur mengurus terminal. Namun, tetap pemerintah yang menyusun aturan main.

"Teror paling menakutkan, tentu jika harus mampir di toilet. Kondisi toilet-toilet yang disembunyikan di sudut terminal tidak 'manusiawi'. Andai wisatawan asing singgah, dia pasti sulit membereskan 'urusannya'," terang Eka dalam bukunya yang berjudul 'Ayo Lawan Kemacetan' seperti dikutip detikcom, Rabu (9/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita berambut pendek itu berkaca dari salah satu terminal tersibuk di dunia, The Port Authority Bus Terminal (PABT) di New York, Amerika. Terminal yang terletak di pusat kota itu dibangun pada tahun 1938 dan mengkonsolidasikan penumpang dari 8 terminal bus lainnya.

"Kota New York membutuhkan solusi jitu untuk menekan kemacetan, dan sentralisasi terminal di pusat kota menjadi jawabannya," kata Eka.

"Heranlah kita saat dinas-dinas perhubungan di Indonesia memindahkan terminal bus makin ke pinggir kota," sambungnya.

Keterlibatan swasta, menurut Eka, karena didasari niat di tengah ancaman matinya angkutan umum perkotaan. Dengan semakin banyaknya kendaraan pribadi dan bobroknya angkutan umum, hal itu bisa saja terjadi.

"Coba beri kesempatan bagi perusahaan-perusahaan otobus untuk membangun terminal bus. Berikan ruang bagi kami untuk meningkatkan kredibilitas angkutan umum," kata lulusan University of San Francisco itu.

(dha/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads