Soal Politik Dinasti Atut di Banten, Ini Kata Eks Bupati Pandeglang

Soal Politik Dinasti Atut di Banten, Ini Kata Eks Bupati Pandeglang

- detikNews
Rabu, 09 Okt 2013 18:03 WIB
Soal Politik Dinasti Atut di Banten, Ini Kata Eks Bupati Pandeglang
Jakarta - Keluarga gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menguasai hampir seluruh pemerintahan di Banten mulai gubernur hingga kabupaten kota. Mantan bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah menilai politik dinasti cenderung menyalahgunakan kekuasaan.

"Negatifnya politik dinasti dia melanggengkan kekuasaan, tidak maju, dan cenderung abuse of power. Tidak hanya di Banten, termasuk parpol dan kekuasan atau organisasi lain," kata Dimyati Natakusumah kepada detikcom, Rabu (9/10/2013).

Menurut Dimyati, pemimpin yang membangun politik dinasti menganggap pemerintahan ada daerah milik sendiri. Padahal politik dinasti menghambat pembangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketidakmajuan itu karena keluarga harusnya cukup satu (di pemerintahan), kalau semua otomatis dengan sendirinya tidak ada kritisasi dan koreksi. Yang ada esprit de corp dan ewuh pakewuh karena menganggap raja," ujar anggota komisi III DPR itu.

Dimyati menyatakan, dalam era reformasi harusnya kekuasaan tidak dimiliki satu kelompok. Karena dinasiti cenderung hanya pertahankan status quo tidak ada check and balances.

"Harusnya membagi kepada yang lain yang punya kapasitas, elektabitas dan akseptabilitas, bukan amankan status quoa tanpa kulitas," ucapnya.

Meski demikian, Dimyati menilai politik dinasti ada sisi positifnya, yaitu menjaga stabilitas di pemerintahan. "Dinasti atau dalam organisasi untuk stabilitas bagus, tapi dalam hal kemajuan itu kurang bagus," imbuh politisi PPP itu.

(/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini